Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pengamat sebut Arief Rosyid Bela Bahlil merupakan praktik wajar dalam demokrasi

Pengamat sebut Arief Rosyid Bela Bahlil merupakan praktik wajar dalam demokrasi
X

Elshinta/ ADP

Wakil Ketua Umum AMPI sekaligus Politikus Muda Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan mengatakan akan membela Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia meski dalam posisi salah. Hal itu disampaikan Arief dalam acara bedah buku “Yang Golkar-Golkar Aja” (YGGA).

Arief Rosyid membalas postingan X Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis yang menyebut harusnya teman meluruskan ke jalan yang benar.

Mantan Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran ini menegaskan pernyataan yang ia buat dalam kesadaran penuh. Arief menegaskan sebagai anggota partai mempunyai kewajiban untuk membela marwah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Pernyataan “jangankan benar, salahpun kita bela!” saya sampaikan dengan kesadaran penuh. Sebagai anggota organiasi, saya punya kewajiban untuk membela marwah ketua umum, kita bela kehormatannya di publik, tetapi kita mengingatkan di dalam organisasi. Dan bang Bahlil adalah senior yang respek jika diingatkan,” ujar Arief Rosyid kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Arief mengatakan Bahlil telah membuka jalan bagi para aktivis untuk dapat berkiprah dan berkontribusi bagi bangsa.

“Sebagai sesama aktivis, terjalin kesadaran untuk saling membangun, saling mengingatkan, dan saling membuka jalan. Dan bang Bahlil suka tidak suka, telah menjadi pembuka jalan untuk tak hanya saya, tapi banyak aktivis lainnya untuk dapat berkiprah dan berkontribusi,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan pernyataan Arief Rosyid merupakan tindakan tegak lurus kepada pimpinan partai. Adi mengatakan wajar pernyataan ini menjadi pro-kontra di publik sebagai wujud demokrasi.

“Dalam organisasi apapun seperi partai politik, loyalitas dan totalitas adalah yang utama. Pernyataan Arief itu sebenarnya bernada militansi dan satir bahwa berorganisasi itu harus patuh dan tegak lurus ke pemimpin partai. Itu keharusan. Bahwa membela pemimpin mereka itu adalah hal utama,” kata Adi dalam keterangannya.

“Arief itu sepertinya ingin mengatakan bahwa baik buruk seorang pemimpin partai mesti dibela, jangan hanya mau enaknya saja, mau yang baik-baik saja. Tapi pernyataan yang semacam itu kerap dibully publik yang memiliki cara pandang beda dengan kader partai seprti Arief. Hal yang semacam ini wajar dalam demokrasi,” tutup Adi.


Arie Dwi Prasetyo

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire