Pertamina: Penggunaan energi bertanggung jawab jaga ketahanan nasional

Arsip - Pengisian BBM di salah satu SPBU. (ANTARA/HO-Pertamina)
Arsip - Pengisian BBM di salah satu SPBU. (ANTARA/HO-Pertamina)
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan penggunaan energi yang hemat dan bertanggung jawab menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.
"Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan kebijakan pemerintah dalam hal hemat energi melalui aktivitas baik pribadi maupun secara institusi," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun dihubungi dari Palangka Raya, Kamis.
Pihaknya juga meminta masyarakat agar tak perlu khawatir dengan beredarnya isu kenaikan harga BBM dalam beberapa waktu terakhir, khususnya BBM subsidi yang sempat memicu antrean di sejumlah SPBU.
“Memang terdapat kekhawatiran dari masyarakat sejak beredar isu kenaikan harga BBM, khususnya BBM subsidi, yang kemudian berdampak pada antrean. Namun, pemerintah telah menegaskan per 1 April tidak ada kenaikan harga BBM. Pertamina sebagai operator akan selalu patuh terhadap regulator, yaitu pemerintah,” tegas Edi Mangun.
Oleh karenanya masyarakat diharap tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, yang berpotensi memicu kepanikan seperti halnya pembelian panik atau panic buying.
Menurutnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga konsumsi yang wajar akan sangat membantu kelancaran distribusi energi di lapangan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun menyampaikan Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.
Di sisi lain, dilakukan juga berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying”, pinta Roberth.




