Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pertamina sigap halau tongkang hanyut, hindari insiden

Pertamina sigap halau tongkang hanyut, hindari insiden
X

Penarikan KM Celurit 203 yang mengalami mati mesin di sekitar area operasi PHE ONWJ oleh MV Grosbeak menuju Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang. (ANTARA/HO-Pertamina)

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menghalau tongkang Karunia Samudera 1 yang terbawa arus dan melindungi Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang sedang berproduksi.

“Bekerja di laut mengajarkan kami untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi sekecil apapun,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Muzwir menyampaikan pada akhir Januari lalu, Tongkang Karunia Samudera 1 yang ditarik kapal Citeureup-1 mengalami mati mesin dan kehabisan bahan bakar.

Terbawa arus laut, tongkang tersebut bergerak memasuki zona terbatas, berjarak sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak PHE ONWJ yang tengah berproduksi.

“Malam itu (22/1), saat radar mendeteksi pergerakan tongkang yang mendekati area produksi karena terbawa arus, prioritas kami adalah memastikan koeksistensi yang aman antara fasilitas negara dan lalu lintas laut. Kami harus bertindak presisi agar kedua aset ini tetap utuh," kata Muzwir.

Ia menjelaskan tim di lapangan mengarahkan TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengarahan jalur (towing).

Langkah ini diambil untuk memastikan tongkang tersebut tidak menyentuh fasilitas produksi di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

“Kami memastikan aktivitas hulu migas berjalan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Jika terjadi insiden, dampaknya bukan hanya pada produksi, tapi juga ekosistem laut yang harus kita jaga bersama," kata Muzwir.

Kurang lebih sepekan setelah kejadian tersebut, Kapal Patroli KM Celurit 203 yang membawa 15 personel mengalami mati mesin total di antara area Anjungan Bravo dan Anjungan Echo.

Kapal TB Sejahtera dan MV Grosbeak yang bersiaga di lokasi segera merapat untuk memberikan bantuan.

Muzwir menegaskan bahwa operasi ini adalah cerminan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga kedaulatan maritim.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu pekan itu menjadi catatan penting bagi PHE ONWJ.

Menurut Muzwir, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan merespons situasi darurat adalah kompetensi mutlak bagi perusahaan energi modern.

"Kami terus berupaya menyelaraskan operasi kami dengan kondisi alam, memastikan keselamatan setiap jiwa di perairan ini, dan menjaga agar energi untuk negeri tetap mengalir tanpa henti," kata dia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire