PLN mulai alirkan listrik ke huntara penyintas banjir di Nagan Raya

Kondisi pengungsian di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Hingga Senin (16/3/2026) sebanyak sebanyak 379 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan barak huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor. ANTARA/HO-BPBD Nagan Raya
Kondisi pengungsian di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Hingga Senin (16/3/2026) sebanyak sebanyak 379 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan barak huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor. ANTARA/HO-BPBD Nagan Raya
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram mulai melakukan penormalan arus listrik ke sejumlah titik hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
“Proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap, seiring selesainya pembangunan fisik bangunan tersebut,” kata Manajer PLN ULP Jeuram Syamsul Rizal dikutip dari ANTARA, Senin.
Meskipun proses pembangunan huntara belum mencapai 100 persen, pihaknya berkomitmen langsung menyalakan listrik pada unit-unit yang telah siap huni.
"Posisi yang sudah selesai langsung kami nyalakan terus secara bertahap," ucapnya.
Ia menyebutkan penyaluran arus listrik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, mencakup dua kategori bangunan antara lain huntara mandiri yaitu bangunan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat.
Kemudian huntara BNPB, yaitu bangunan bantuan yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk unit bangunan komunal (satu bangunan dengan lima pintu).
Syamsul menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi mengenai data desa dan jumlah unit yang siap dialiri listrik. Saat ini fokus utama juga diarahkan pada penyediaan jaringan listrik di lokasi-lokasi pengungsian yang masih menggunakan tenda.
"Untuk yang di pengungsian (tenda), saat ini juga sedang dalam proses pembangunan jaringan," tambahnya.
Pihaknya terus berupaya memastikan seluruh warga terdampak segera mendapatkan akses listrik yang layak, dengan melakukan penormalan arus listrik ke lokasi huntara.
Proses penyambungan itu dilakukan secara bertahap seiring dengan rampungnya pembangunan unit-unit hunian tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, saat ini sebanyak 379 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor.
Sebagian pengungsi di daerah tersebut saat ini masih mengandalkan sarana penerangan seadanya pada malam hari, karena pemerintah masih terus berupaya memperbaiki jaringan listrik, termasuk memasok jaringan listrik ke lokasi huntara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan.
Meski masih tinggal di tenda pengungsian, saat ini BNPB dan Pemkab Nagan Raya masih terus memasok kebutuhan penyintas bencana ke lokasi pengungsian.
Hal ini sebagai upaya membuktikan kepada penyintas bencana, bahwa hingga saat ini pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, masih terus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian.




