Pohon tumbang di Gunung Tidar, satu peziarah tewas

Mahpudin, salah satu peziarah Gunung Tidar Magelang asal Majalengka Jabar yang menjadi korban pohon tumbang saat angin kencang melanda daerah tersebut. Ia sempat mendapat pertolongan di RSUD Tidar. (Radio Elshinta/Kurniawati)
Mahpudin, salah satu peziarah Gunung Tidar Magelang asal Majalengka Jabar yang menjadi korban pohon tumbang saat angin kencang melanda daerah tersebut. Ia sempat mendapat pertolongan di RSUD Tidar. (Radio Elshinta/Kurniawati)
Lima orang peziarah di Gunung Tidar Magelang Jateng, tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang, Sabtu (24/1/2026). Satu orang diantaranya meninggal dunia, dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia adalah Sri Istantini (65) warga Meteseh Tempuran Kabupaten Magelang. Sedangkan korban luka terdiri dari kamaludin (42), Salsa Putri Nur Amalina (19), Vivian Nadya Gisca semuanya warga Dusun Kapasan, Desa Gadungan kecamatan Puncu Kediri Jatim. Seorang lagi bernama Mahpudin (65) alamat Blok Cipanas, Argalingga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Jawa barat.
Plt Sekda Kota Magelang Larsita yang ditemui di RSUD Tidar Magelang mengatakan, bahwa para korban ini tertimpa pohon saat sedang ziarah di Gunung Tidar. Di wilayah Gunung Tidar dan beberapa titik di wilayah Kota Magelang dilanda angin kencang, pada sabtu sekitar pukul 12.00 wib.
Untuk wilayah Gunung Tidar, ada dua titik yakni pintu masuk dekat shelter terminal lama atau gapura, dan pintu keluar. "yang tumbang pohon pinus di dekat gapura masuk lewat terminal lama. Pohon juga menimpa satu unit mobil pick up yang sedang diparkir," katanya.
Para korban baik yang meninggal dan luka langsung dibawa menuju RSUD Tidar untuk penanganan lebih lanjut. Korban yang meninggal dunia, dipastikan meninggal di tempat saat tertimpa pohon."Pohon menimpa kepala korban . Dokter dan polisi memastikan yang bersangkutan meninggal karena tertimpa pohon," kata Larsita.
Sementara korban luka mendapat perawatan lebih intensif. Hasil pemeriksaan, menunjukkan tidak ada yang terluka sangat parah, sehingga mereka diperbolehkan untuk dibawa pulang. Namun untuk korban Vivian dari Kediri Jatim serta Mahpudin dari majalengka harus diantar menggunakan ambulance, sedangkan dua lainnya pulang bersama rombongan ziarah.
Larsita menambahkan, seluruh biaya rumah sakit ditanggung pemerintah Kota Magelang. Pemerintah juga memberikan santunan untuk seluruh korban.
Atas peristiwa ini, untuk sementara kawasan wisata Gunung Tidar ditutup. Pemerintah akan melakukan melakukan evaluasi terhadap keberadaan pohon yang berada di sepanjang jalur naik. "Kemungkinan pohon-pohon di sepanjang jalur ini akan dipotong sebagai upaya memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan para wisatawan," katanya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Handini Rahayu menambahkan, angin kencang yang melanda Kota Magelang, menyebabkan pohon tumbang di lima titik di jalur utama. Beberapa diantaranya di jalan A Yani komplek depan Rindam IV Diponegoro, depan SMA Pendowo dan Jendralan. Semua sudah ditangani oleh tim gabungan seperti BPBD, PMI, relawan dan lain sebagainya. (Kurniawati)




