Top
Begin typing your search above and press return to search.

Polisi amankan 16 anak usai tawuran maut di Makasar Jaktim

Polisi amankan 16 anak usai tawuran maut di Makasar Jaktim
X

Arsip Foto - Patroli gabungan Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana tawuran di wilayah hukum Jakarta Timur, Sabtu (10/1/2026) dini hari. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

Polisi mengamankan 16 anak yang diduga terlibat dalam tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), hingga menewaskan seorang remaja.

"Anak-anak yang ada di dalam rekaman video itu semua sudah kami amankan. Kurang lebih ada 16 orang yang kami lakukan pemeriksaan," kata Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Peristiwa tawuran maut itu terjadi pada Selasa (10/2), dan saat ini dalam penanganan intensif aparat. Belasan anak tersebut diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman video yang beredar di masyarakat.

Korban dalam peristiwa itu mengalami luka sabetan senjata tajam saat terlibat tawuran. Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.15 WIB di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.

"Benar, telah terjadi kekerasan fisik terhadap anak berupa tawuran yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia," ujar Sri.

Saat kejadian itu berlangsung, polisi segera melakukan pemetaan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri identitas para remaja yang terlibat.

Proses pengamanan dilakukan bekerja sama dengan jajaran Polsek, instansi terkait, serta lembaga perlindungan anak

Setelah diamankan, seluruh anak tersebut dilakukan pendataan dan pemeriksaan. Sebagian di antaranya kemudian dipulangkan kepada orang tua masing-masing dengan pengawasan, guna menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami kumpulkan, lakukan pemeriksaan, lalu kami serahkan kembali kepada orang tuanya masing-masing dalam kondisi aman dan kondusif," jelas Sri.

Lebih lanjut, dia menyebutkan penanganan kasus itu telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Penyidik kini fokus melengkapi alat bukti untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

"Sejak Selasa (10/2), sudah kami lakukan penyelidikan, dan sekarang sudah masuk tahap penyidikan. Selanjutnya, akan kami tetapkan anak berhadapan dengan hukum berdasarkan minimal dua alat bukti," tutur Sri.

Dari hasil sementara, polisi telah mengerucutkan empat orang sebagai terduga utama pelaku. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendalaman yang terus dilakukan.

"Untuk sementara, ada empat terduga, tapi masih kami dalami. Bisa saja bertambah, tergantung hasil gelar perkara," ucap Sri.

Sebelum tawuran itu terjadi, kata dia, sempat terdeteksi adanya rencana aksi balasan antarkelompok remaja. Namun, upaya cepat aparat kepolisian mampu mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

"Sudah ada indikasi akan terjadi balasan antarkelompok. Namun, berkat kerja sama semua pihak, anak-anak tersebut bisa kami amankan," ungkap Sri.

Dalam proses hukum selanjutnya, kepolisian berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memastikan penerapan pasal yang tepat, sesuai dengan sistem peradilan pidana anak.

"Kami akan koordinasi dengan kejaksaan agar penanganan hukumnya jelas dan tidak keliru," tegas Sri.

Dia pun mengimbau orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di luar rumah, guna mencegah keterlibatan dalam tawuran maupun kekerasan jalanan.

Sebelumnya, tawuran tersebut viral di media sosial Instagram @warungjurnalis. Sejumlah remaja terlibat tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (10/2).

Dalam video yang diunggah itu, terlihat sejumlah remaja saling kejar sambil membawa senjata tajam di Jalan Mayjen Sutoyo arah Cililitan.

Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu yang tersebar dalam rangka mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya sekaligus mencegah tawuran jelang Ramadhan 2026.

Posko-posko tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kota Jakarta Timur, TNI/Polri, Kodim 0505, hingga elemen masyarakat.

Sebanyak 20 personel disiagakan di setiap posko. Dari jumlah tersebut, 10 personel di antaranya berasal dari unsur Polri, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya.

Sementara 10 personel lainnya terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat di sekitar lokasi posko.

Posko terpadu itu bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tawuran yang kerap meningkat pada waktu-waktu tertentu.

Operasional posko terpadu dilakukan berdasarkan analisa tingkat kerawanan. Posko mulai aktif sejak pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, yakni waktu yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire