Polisi bongkar kasus pembunuhan satu keluarga di Situbondo

Kapolres Situbondo, Jawa Timur, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie saat konferensi pers pengungkapan pembunuhan satu keluarga. Kamis (12/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Kapolres Situbondo, Jawa Timur, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie saat konferensi pers pengungkapan pembunuhan satu keluarga. Kamis (12/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo, Jawa Timur, mengungkap pelaku pembunuhan satu keluarga beberapa waktu lalu.
Pelaku Muhammad Hasim (58) mengakhiri hidupnya setelah membunuh istri dan putrinya.
"Muhammad Hasim ini meninggal sendirian di dalam kamar mandi dan ditemukan sebilah pisau yang diduga digunakan untuk membunuh istri dan anak sambungnya, kemudian pelaku bunuh diri," kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dalam konferensi pers di Situbondo, Kamis.
Muhammad Hasim (58) suami, Suningsih (38) istri dan Umi Rahmania (18) anak dari Suningsih ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, pada Minggu, 28 Desember 2025 lalu.
Pembunuhan satu keluarga ini terungkap, lanjut dia, setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi serta mengumpulkan sejumlah alat bukti dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga akhirnya polisi menyimpulkan pembunuhnya adalah mendiang Muhammad Hasim.
Penyidik Satreskrim Polres setempat, kata Bayu, juga menyimpulkan bahwa yang dibunuh terlebih dulu adalah Umi Rahmania, anak sambung Muhammad Hasim yang masih kuliah semester lima di salah satu universitas negeri di Jember.
"Di TKP paha Suningsih menimpa bokong Umi Rahmania, sehingga bisa disimpulkan bahwa yang dibunuh pertama kali adalah anaknya," kata dia.
Kapolres Bayu menyampaikan tidak ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut karena Muhammad Hasim yang diduga kuat sebagai juga meninggal bunuh diri usai membunuh istri dan anak sambungnya.




