Polisi jelaskan insiden keributan WN Pakistan di Bandara Soetta

Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi. ANTARA/Azmi Samsul M
Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi. ANTARA/Azmi Samsul M
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya, memberikan penjelasan terkait persoalan keributan keluarga yang melibatkan seorang pria warga negara (WN) Pakistan di Terminal 3 yang sempat viral.
Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi di Tangerang, Selasa menyampaikan bahwa keributan itu terjadi pada Sabtu (7/2) saat WN Pakistan yang merupakan suami dari anggota keluarga di Indonesia menjemput seorang wanita dari Kolombo, Sri Langka berinisial SAP.
"Di mana saudari SAP baru datang dari Kolombo, Sri Lanka Air, mendarat di Bandara Soetta tepat di depan loby pick up Terminal 3. Terjadi keributan karena yang menjemput adalah keluarganya atau suaminya dari Pakistan. Di situ ada keributan antarkeluarga," ujarnya.
Keributan yang terjadi itu akhirnya ditangani oleh petugas Aviation Security (Avsec) yang selanjutnya dilaporkan ke Polsubsektor Terminal 3 agar tidak mengganggu ketertiban di area bandara tersebut.
"Berdasarkan hasil keterangan bahwa kejadian itu karena ada keberatan dari keluarga perempuan yang baru datang dari Kolombo. Kemudian dibawa di Poresta Bandara di sana berkonsultasi terkait dugaan atau hal-hal yang didalilkan oleh keluarga dan suaminya itu," tuturnya.
Dia mengatakan saat ini kasus keributan itu telah diselesaikan dan berdamai antara kedua belah pihak. Namun, terkait dugaan perihal narasi di media sosial adanya love secaming atau penipuan terhadap sejumlah perempuan Indonesia belum diketahui secara pasti.
Sebab, kata dia, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi, baik itu korban maupun keluarga terkait.
"Karena keluarga yang dari perempuan memang mendalilkan, tapi hanya sekadar konsultasi saja, tapi belum kita terima laporan. Jadi laporan polisinya belum ada," kata dia.




