Polisi terapkan lintas satu arah di jembatan darurat Bireuen

Arsip - Warga dan kendaraan melewati jembatan darurat bailey Krueng Tingkeum yang baru selesai dibangun di Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (27/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Arsip - Warga dan kendaraan melewati jembatan darurat bailey Krueng Tingkeum yang baru selesai dibangun di Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (27/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Aceh menyiasati lalulintas kendaran dengan sistem satu arah untuk mencegah kemacetan pada arus balik tahap ketiga lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di jembatan darurat (bailey) Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh.
"Sejak arus mudik, Kutablang menjadi perhatian karena volume kendaraan cukup tinggi," kata Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar dalam jumpa mudik Idul Fitri, di Banda Aceh, Senin.
Seperti diketahui, jembatan Kutablang Bireuen merupakan salah akses utama jalan nasional dari Banda Aceh - Medan. Pasca rusak diterjang banjir, sejauh ini baru disiapkan jambatan bailey. Sedangkan pembangunan ulang permanen masih dalam proses pengerjaan.
Kombes Deden mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas sejak awal mudik lebaran hingga arus balik yang kini mulai masuk tahapan ketiga, terutama pada titik-titik rawan kepadatan.
Kawasan jembatan Kutablang Bireuen, kata dia, menjadi salah satu titik fokus utama. Sehingga dilakukan penguatan personel dari BKO Polda Aceh, serta rekayasa lalu lintas mengingat adanya perbaikan jembatan dan tingginya volume kendaraan.
Karena kepadatan di jembatan Kutablang, mereka memiliki alternatif mengalihkan sebagian kendaraan pada satu jembatan darurat lainnya di kawasan Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen.
Pada awal mudik lalu, kata Deden, rekayasa lalu lintas yang dilakukan yakni dengan mengalihkan kendaraan dari arah Medan menuju Banda Aceh melewati jembatan darurat Desa Awe Geutah.
Sedangkan kendaraan dari Banda Aceh menuju Medan, tetap melaju melewati jembatan Kutablang. Langkah ini dilakukan karena kendaraan lebih padat dari arah ibu kota provinsi Aceh tersebut.
"Sehingga, pola pengaturan yang dari Banda Aceh kita luruskan melewati Kutablang. Sedangkan dari arus sebaliknya kita buang ke jembatan Awe Geutah," ujarnya.
Tetapi, lanjut dia, untuk arus balik lebaran ini, rekayasa lalu lintas di jembatan Kutablang diterapkan terbalik, mengingat volume kendaraan sudah lebih padat dari arah Medan-Banda Aceh.
"Karena jumlah arus balik itu cukup besar dari Medan, sehingga kita luruskan dari arah Medan melewati Kutablang, dari Banda Aceh kita alihkan ke jembatan Awe Geutah," katanya.
Dirinya menambahkan, sejauh ini personel BKO Dirlantas Polda Aceh masih terus mengatur lalu lintas di sana, dan terus berkoordinasi bersama instansi terkait lainnya sampai arus balik berakhir.
"Sampai sekarang petugas kita masih tetap stand by di sana sampai situasi benar-benar terkendali. Sampai arus balik selesai sepenuhnya dan lalulintas kembali berjalan normal," demikian Kombes Pol Deden Supriyatna.




