Polres Cianjur usut kasus penganiayaan dua pelajar

Kasatreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat AKP Fajri Amelia Putra.ANTARA/Ahmad Fikri.
Kasatreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat AKP Fajri Amelia Putra.ANTARA/Ahmad Fikri.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, melakukan penyelidikan terkait laporan penganiayaan dua orang pelajar SMP di Cianjur yang dilakukan sejumlah remaja sehingga korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.
Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Fajri Amelia Putra di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari korban dan saat ini sedang mendalami kasusnya serta melakukan identifikasi para pelaku sebelum dilakukan penangkapan, dimana video penganiayaan terhadap korban viral di media sosial .
"Korban sudah membuat laporan resmi terkait penganiayaan yang dilakukan sejumlah remaja terhadap dirinya, korban mengalami luka memar dan mengeluhkan pusing setelah mendapat perlakuan tersebut," katanya.
Pihaknya memastikan penanganan kasus penganiayaan terhadap kedua orang korban segera dituntaskan setelah dilakukan pengembangan guna mengungkap motif yang dilakukan para pelaku dan sempat disaksikan sejumlah siswa sekolah dasar.
"Setelah identifikasi dilakukan kami segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku guna mengungkap motif penganiayaan yang dilakukan," katanya.
Sementara orang tua korban, mengatakan sebelum kejadian korban MR dan AS mendapat telepon dari temannya diminta untuk datang ke belakang klinik di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur untuk menjemput saudaranya.
Namun sesampai-nya di lokasi teman dan saudaranya sudah dikerumuni para pelaku, bahkan kedua korban yang baru datang ditantang berkelahi oleh para pelaku, keduanya menolak namun langsung dikeroyok dan mendapat pukulan di bagian kepala serta bagian tubuh lainnya.
"Anak saya datang dengan niat menjemput saudaranya namun tiba di lokasi ditantang berkelahi, dia menolak namun malah diserang dan mendapat berbagai pukulan di sekujur tubuhnya termasuk di bagian kepala," kata ibu korban Erni Yuniarsi (35).
Setelah mendapat penganiayaan dari para pelaku yang sebagian besar siswa SMA, para korban pulang dan melaporkan kejadian tersebut pada orang tuanya dan dilanjutkan membuat laporan ke Polres Cianjur.
"Kami minta pelaku diproses hukum karena anak saya sampai sekarang mengeluh pusing setelah kepala belakangnya dipukul para pelaku," katanya.
Sementara video penganiayaan terhadap para korban viral beredar di media sosial, dimana para pelaku mencekik dan memukul korban disaksikan siswa SD yang baru bubar sekolah.




