Top
Begin typing your search above and press return to search.

Polres Jombang tangani kasus dua warga meninggal dalam kebakaran

Polres Jombang tangani kasus dua warga meninggal dalam kebakaran
X

Petugas Polres Jombang, di lokasi rumah usai terbakar di Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/ HO-Polres Jombang

Aparat Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menangani kejadian dua orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang menimpa rumah Tomi Yulianto (43), warga Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono, Sabtu menjelaskan dua orang yang meninggal dunia itu bekerja di rumah tersebut. Mereka adalah asisten rumah tangga. Satu meninggal di lokasi kejadian dan satu lagi di rumah sakit.

"Korban terjebak di dalam rumah tujuh orang. Satu orang meninggal (di lokasi kejadian) dan satu orang kritis. Yang meninggal dunia itu kebanyakan menghirup udara di dalam rumah," katanya di Jombang.

Kebakaran itu melanda pada Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4) dini hari. Awalnya tujuh orang penghuni rumah itu sedang istirahat, namun tiba-tiba keluar asap dan kebakaran terjadi.

Dua orang meninggal itu adalah Maya (23), warga Bareng, Jombang. Korban meninggal dunia saat insiden kebakaran tersebut.

Untuk korban kedua adalah Sri Indah (33), warga Jogoroto, Jombang. Ia meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Sabtu (18/4).

Petugas awalnya mendapatkan informasi dari warga musibah kebakaran itu dan tidak berapa lama ke lokasi kejadian. Mereka sempat kesulitan masuk, sebab pintu gerbang dikunci, sehingga petugas mendobrak pintu gerbang.

"Untuk korban yang terjebak ini semuanya dalam keadaan istirahat di dalam. Kami dari petugas baik dari kepolisian maupun satker (satuan kerja) yang masuk mengalami kesulitan karena pintu gerbang dikunci sehingga melakukan upaya paksa dengan didobrak," kata dia.

Polisi pun masih menyelidiki perkara ini. Pihaknya juga masih mengusut kasus tersebut. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan terkait dengan kejadian kebakaran itu.

"Informasi awal korsleting listrik yang mengalir ke AC," kata dia.

Sementara itu, Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Stevi Maria 'Peppy' menambahkan proses evakuasi para korban memang memerlukan waktu yang panjang.

Menurutnya, kondisi rumah yang tertutup rapat dengan pintu pagar bagian depan serta luas rumah yang tidak terlalu besar membuat petugas sempat kesulitan masuk menolong para korban.

"Luas rumah itu tidak terlalu besar. Memanjang tidak terlalu besar. Kondisi rumah tertutup, tertutup betul-betul tertutup. Dengan pintu harmonika di depan. Lantai dua yang cukup juga berpagar, sehingga proses evakuasi agak terhambat, agak sulit karena kami harus membongkar beberapa pintu," kata Peppy, sapaan akrabnya.

Saat ini, kondisi rumah itu masih diberi garis polisi sehingga yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire