Polres Pamekasan antisipasi penimbunan minyak goreng bersubsidi

Pemantauan bahan pokok dan minyak goreng bersubsidi oleh tim Satgas Pangan Pamekasan, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Polres Pamekasan)
Pemantauan bahan pokok dan minyak goreng bersubsidi oleh tim Satgas Pangan Pamekasan, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Polres Pamekasan)
Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), mengantisipasi kemungkinan adanya praktik penimbunan dan pengoplosan minyak goreng bersubsidi dengan melakukan pemantauan langsung ke para pedagang di sejumlah pasar tradisional di wilayah itu, Senin.
"Ini kami lakukan, karena ada keluhan dari masyarakat bahwa stok minyak goreng bersubsidi di pasaran menipis, bahkan harga eceran jauh lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah," kata Kanit III Tipidsus Satuan Reskrim Polres Pamekasan IPDA Moh Alimaki Syafii saat memimpin kegiatan itu.
Tim Polres Pamekasan mendatangi satu per satu toko kelontong di sejumlah pasar tradisional yang ada di Pamekasan seperti Pasar Gurem, Kolpajung dan Pasar 17 Agustus di Kelurahan Bugih, Pamekasan.
Selain meninjau stok minyak goreng bersubsidi seperti MinyaKita, petugas juga memeriksa harga jual dan sistem pengiriman barang dari agen ke pengecer.
"Tolong diperhatikan HET yang tertera di sini, jangan sampai melebihi ketentuan yang telah ditetapkan," kata Alimaki sambil menunjuk pada harga tertulis di kemasan minyak goreng MinyaKita itu, dan langsung ditanggapi oleh pedagang.
Pemantauan penjualan minyak goreng bersubsidi menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah oleh Satgas Pangan Polres Pamekasan kali ini bersama tim Pemerintah Kabupaten dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan.
Selain memantau penjualan minyak goreng bersubsidi, tim Satgas Pangan gabungan antara Polres dan Pemkab Pamekasan juga memantau harga kebutuhan bahan pokok.
Menurut Alimaki, pengecekan itu merupakan langkah preventif untuk menjamin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang bulan suci Ramadhan.
"Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, ketersediaan stok bahan pokok di Pasar Gaden saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Harga-harga pun relatif stabil meski ada beberapa komoditas yang menjadi perhatian kami," ujar IPDA Alimaki.
Dari hasil pendataan petugas di beberapa pasar tradisional di Pamekasan, untuk beras premium, Rp14.800 per kilogram, beras medium di harga Rp13.500 per kilogram, daging sapi mencapai Rp120.000 per kilogram, telur ayam ras dijual seharga Rp31.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp85 ribu per kilogram dan MinyaKita mencapai Rp15.700 per liter.
Selain pengecekan harga, tim Satgas Pangan juga berdialog dengan para pedagang untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang dapat memicu lonjakan harga secara tidak wajar.
"Secara keseluruhan, fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin di berbagai pasar tradisional lainnya di wilayah Pamekasan guna memastikan rantai distribusi pangan tetap lancar hingga hari raya nanti," katanya.




