Program CKG dinilai cetak pelajar Indonesia jadi generasi kuat

Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2026). (ANTARA/Mario Sofia Nasution).
Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2026). (ANTARA/Mario Sofia Nasution).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar bertujuan membuat mereka menjadi generasi yang kuat secara fisik dan mampu berprestasi di masa mendatang.
“Program ini sudah dirasakan betul manfaat oleh pelajar, dan mereka tahu kondisi kesehatan serta tindak lanjut yang harus dilakukan,” kata Mu'ti setelah meninjau pelaksanaan CKG di Sekolah Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa.
Dia mengatakan dalam setahun ini, sudah 25 juta lebih pelajar yang diperiksa kesehatannya secara gratis dan diberikan rekomendasi terkait kondisi kesehatan mereka.
Selain itu, mereka juga direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan sehat serta berolahraga dan menjalani pola hidup sehat.
“Badan mereka sehat dan menjadi generasi sehat,” ujar Mu'ti.
Menurut dia, CKG bukan merupakan vonis bagi pelajar, tetapi sebagai informasi khusus terkait kondisi kesehatan mereka.
“Jika ada temuan dan tentu agar ditindaklanjuti, agar hidup mereka menjadi lebih sehat,” ucap Mu'ti.
Lebih lanjut, dia menuturkan program CKG yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan adalah Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa kesehatan anak Indonesia secara dini.
Dia mengatakan program tersebut merupakan deteksi dini kesehatan anak sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
“Total sudah 25 juta lebih pelajar yang mengikuti di 202 ribu sekolah. Semua berjalan baik dan lancar,” tutur Mu'ti.
Sementara itu, salah satu siswa Sekolah Kristen IPEKA Sunter yang bernama Nathan Imanuel mengaku sudah dua kali mengikuti CKG, dan pada pemeriksaan pertama, ia mendapatkan rekomendasi terkait kesehatan mata.
“Saya diberikan rekomendasi untuk pemeriksaan mata ke dokter, dan saya lakukan, hasilnya menjadi lebih baik dan nyaman,” ungkap Nathan.
Dia pun mengakui hasil pemeriksaan tersebut sangat membantu untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Saat ini, kondisi mata sudah membaik dan semakin nyaman belajar,” kata Nathan.




