PSI mulai siapkan mesin politik hadapi Pemilu 2029

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan pengarahan dalam kegiatan Konsinyering Dewan Pimpinan Wilayah PSI di Jakarta, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan pengarahan dalam kegiatan Konsinyering Dewan Pimpinan Wilayah PSI di Jakarta, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengatakan partainya sudah mulai menyiapkan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029, antara lain melalui penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kalau bisa akhir tahun ini udah selesai semua sampai tingkat desa supaya nanti di 2029 kita tinggal siap 'perang' saja,” kata Kaesang dalam kegiatan Konsinyering Dewan Pimpinan Wilayah PSI di Jakarta, Minggu.
Kaesang juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PSI untuk jangan melupakan persiapan untuk verifikasi partai politik pada 2027.
"Tapi jangan lupa ya, sebelum nanti kita siap 'perang' di 2029, 2027 kita siap dulu untuk verifikasi," ujarnya.
Lebih lanjut Kaesang menjelaskan pembentukan struktur partai hingga tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah mencapai 74 persen atau sebanyak 5.372 unit di tingkat kecamatan.
Menurut dia, keberadaan struktur partai yang lengkap hingga ke desa menjadi kunci untuk memperkuat kesiapan PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
"Buat saya ini adalah suatu pencapaian yang sangat-sangat sangat baik, karena ketika pertama kali saya memimpin partai ini semuanya kan masih kosong, bahkan DPD pun masih banyak yang kosong, tapi alhamdulillah sekarang sudah punya perwakilan di kecamatan dan ada sudah ada 5.000 lebih," kata Kaesang.
Ia menambahkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI akan terus membantu jajaran pengurus di daerah dalam mempercepat pembentukan struktur hingga tingkat desa guna memenuhi target yang telah ditetapkan.
Dengan penguatan organisasi tersebut, PSI optimistis dapat meningkatkan kesiapan dan daya saing partai dalam menghadapi pemilu mendatang.




