Renaldy: Industri kreatif bisa jadi kekuatan ekonomi besar, tapi terkendala sistem
Renaldy Pujiansyah nilai industri kreatif Indonesia besar, namun lemah di sistem dan monetisasi.
IstimewaRenaldy Pujiansyah menilai industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi nasional, namun belum dimaksimalkan akibat lemahnya sistem pengelolaan.
Menurutnya, berbagai persoalan yang berulang di industri kreatif bukan disebabkan kurangnya kreativitas, melainkan karena belum adanya struktur yang kuat.
“Kita tidak kekurangan kreativitas, kita kekurangan cara mengelolanya,” ujarnya dalam sebuah diskusi.
Renaldy menegaskan bahwa banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk, tetapi karena tidak memiliki sistem yang solid.
“Masalahnya sering bukan di orangnya, tapi di sistemnya. Kalau sistemnya benar, hasilnya akan mengikuti,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya:
- Struktur bisnis yang kuat
- Sistem yang bisa direplikasi
- Integrasi antar lini usaha
Sebagai serial entrepreneur, Renaldy mengembangkan berbagai lini usaha, mulai dari media, distribusi digital hingga sektor lainnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan utamanya bukan pada jenis industri, melainkan pada pendekatan strategis berbasis sistem.
“Saya tidak fokus di industri tertentu. Saya fokus pada bagaimana sistem bisa diterapkan di berbagai industri,” ujarnya.
Pendekatan ini membuat bisnis yang dibangun tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem.
Renaldy menilai Indonesia memiliki kekayaan ide dan kreativitas yang melimpah, tetapi belum mampu mengoptimalkannya secara ekonomi.
“Kita punya ide, kita punya kreativitas. Tapi yang belum kita kuasai adalah distribusi dan monetisasi secara sistematis,” katanya.
Ia bahkan membandingkan dengan sektor komoditas yang memiliki harga tetap, namun tetap mampu menjadi penopang ekonomi.
Menurut Renaldy, jika dikelola dengan sistem yang tepat, industri kreatif berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar Indonesia.
“Kalau industri komoditas saja bisa menopang ekonomi, apalagi industri kreatif yang nilainya tidak terbatas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem, bukan hanya bisnis individu.
“Kalau hanya membangun bisnis, dampaknya terbatas. Tapi kalau membangun ekosistem, kita bisa menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.”
Renaldy menilai lanskap bisnis saat ini telah berubah, di mana kekuatan utama bukan lagi skala, melainkan kemampuan mengelola perhatian publik.
“Di era sekarang, yang menang bukan yang paling besar, tapi yang paling mampu mengarahkan perhatian,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis sistem dan ekosistem, Renaldy optimistis industri kreatif Indonesia dapat berkembang lebih terstruktur dan memiliki daya saing global, asalkan tidak lagi diperlakukan sebagai hobi, melainkan sebagai sektor strategis ekonomi.




