Top
Begin typing your search above and press return to search.

RSUI duduki posisi 62 RS akademik terbaik global

RSUI duduki posisi 62 RS akademik terbaik global
X

Rumah Sakit Univeraitas Indonesia (RSUI). ANTARA/HO-Humas RSUI

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) kembali mencatatkan sejarah bagi dunia kesehatan dan akademik Indonesia, dimana laporan terbaru World’s Top 100 Academic Medical Centre (AMC) Hospitals 2025 menempatkan RSUI di peringkat 62 dunia.

‎Kenaikan signifikan ini menegaskan percepatan transformasi ekosistem kesehatan akademik UI di bawah kepemimpinan Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah.

“‎Dalam beberapa tahun terakhir, UI mengambil langkah strategis untuk memperkuat riset, memperluas kolaborasi internasional, dan mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam layanan dan pendidikan kedokterannya. Capaian ini berkat sinergi semua pihak,” ujar Prof. Heri melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (29/11).

Capaian ini merupakan sebuah lompatan luar biasa mengingat tahun sebelumnya rumah sakit ini berada di posisi 153 dunia.

Dengan peningkatan 91 peringkat, RSUI kini berada di barisan institusi medis akademik paling bergengsi sejagat, sejajar dengan pusat-pusat kesehatan ternama seperti Royal Infirmary of Edinburgh, University Hospital Heidelberg, hingga King Fahad Medical City di Riyadh.

Capaian RSUI sebagai bukti nyata bahwa UI bergerak pada jalur yang benar. Jalur percepatan kelas dunia yang selama ini didesain dan dikawal secara konsisten.

Dijelaskan Prof. Heri, pengakuan global ini mencerminkan reputasi UI yang kian diperhitungkan dalam ranah kesehatan internasional.

“RSUI adalah simbol dari transformasi UI. Kenaikan 91 peringkat ini menunjukkan bahwa dunia kini melihat kualitas riset, layanan kesehatan, dan kekuatan akademik yang sedang kita bangun,” ujarnya.

Di tengah kompetisi global yang sangat ketat, di mana Johns Hopkins kembali menempati posisi terkuat dunia menggeser Mayo Clinic, kehadiran RSUI di peringkat 62 menjadi pencapaian monumental bagi Indonesia.

‎Merujuk pada laporan Brand Finance yang dirilis tahun ini, lembaga-lembaga medis terdepan dunia berlomba dalam inovasi.

Johns Hopkins, misalnya, menonjol lewat terobosan rekayasa sistem imun untuk mencegah penyebaran sel kanker serta investasi besar-besaran pada data science dan kecerdasan buatan.

‎Adapun RSUI muncul sebagai salah satu rumah sakit akademik yang paling progresif di kawasan Asia. RSUI fokus dalam penguatan riset klinis, modernisasi layanan berbasis teknologi, serta peningkatan standar keselamatan pasien.

Kombinasi ini turut memperkuat posisi UI sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan di tingkat global.

‎Prof. Heri menilai bahwa momentum ini harus menjadi bahan bakar baru untuk mempercepat program strategis UI, baik dalam kesehatan, riset, maupun kolaborasi global. Ia menyebut pencapaian RSUI sebagai “tonggak sejarah” yang menegaskan keberadaan UI bukan hanya dalam peta akademik Indonesia, tetapi juga dalam ekosistem ilmiah dunia yang semakin kompetitif.

“UI sudah dan sedang bergerak menuju level global. RSUI adalah salah satu wajah utama yang memperlihatkan bagaimana standar internasional kini menjadi budaya baru di Universitas Indonesia,” ujar Prof. Heri, alumnus Tohoku University yang belum lama ini dianugerahi penghargaan AFEO Honorary Fellow 2025.

Dengan masuknya RSUI ke peringkat 62 dunia, Indonesia kini memiliki rumah sakit akademik yang diakui di panggung internasional. Pencapaian ini sekaligus memperkuat narasi besar bahwa UI sedang berada dalam era kebangkitan reputasi global yang ditopang oleh reformasi, digitalisasi, dan inovasi berkelanjutan.

“RSUI tidak hanya membanggakan UI, tetapi juga membawa citra baru bagi layanan kesehatan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire