Top
Begin typing your search above and press return to search.

Saan Mustopa soroti dampak konflik Timur Tengah pada Haji

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa ingatkan konflik Timur Tengah bisa berdampak pada penyelenggaraan haji.

Saan Mustopa soroti dampak konflik Timur Tengah pada Haji
X

Elshinta/ Rizky Rian Saputra

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyoroti potensi dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026. Menurutnya, situasi geopolitik global saat ini menjadi faktor penting yang perlu dicermati oleh pemerintah dalam memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Saan kepada awak media di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Penanganan haji tahun ini tentu berbeda. Bukan hanya soal teknis pelayanan terhadap jemaah, mulai dari pemberangkatan, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, hingga proses pemulangan,” ujar Saan.

Politikus yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai NasDem itu menjelaskan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurutnya, konflik tersebut berpotensi berdampak pada jalur penerbangan serta aspek keamanan yang berkaitan dengan perjalanan jemaah haji.

“Sekarang konteksnya berbeda karena ada situasi global, terutama di Timur Tengah. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tentu bisa berdampak pada jalur penerbangan maupun faktor keamanan secara keseluruhan,” katanya.

Meski demikian, Saan menyebut hingga saat ini aktivitas perjalanan ibadah ke Arab Saudi masih berjalan normal. Pemberangkatan dan pemulangan jemaah umrah juga masih berlangsung tanpa gangguan.

“Kalau melihat kondisi saat ini, pemberangkatan umrah yang direct masih berjalan normal, begitu juga dengan pemulangannya. Selama jalur penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi tidak transit di wilayah yang terdampak konflik, sejauh ini tidak ada persoalan,” jelasnya.

Namun demikian, Saan menegaskan bahwa pemerintah dan DPR tetap perlu melakukan kajian menyeluruh terkait keamanan dan keselamatan jemaah haji.

Ia mengatakan Komisi VIII DPR RI bersama kementerian terkait mulai membahas berbagai langkah antisipasi apabila situasi di Timur Tengah mengalami eskalasi.

“Komisi VIII bersama kementerian terkait mulai membicarakan langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan keselamatan jemaah. Termasuk mempersiapkan kemungkinan terburuk jika situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas,” ujarnya.

Saan menambahkan, hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji masih berjalan sesuai dengan rencana awal. Meski demikian, perkembangan situasi global tetap dipantau secara intensif sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Terkait kemungkinan penundaan ibadah haji, ia menilai keputusan tersebut tidak dapat diambil secara sederhana karena memiliki dampak luas bagi banyak pihak.

“Menunda haji bukan keputusan yang mudah karena dampaknya sangat luas. Prioritas kita adalah memastikan ibadah haji tetap dapat dilaksanakan dengan aman, dengan keselamatan jemaah sebagai pertimbangan utama,” kata Saan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji Indonesia harus tetap menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan terkait penyelenggaraan ibadah haji. (Rizky Rian Saputra)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire