Top
Begin typing your search above and press return to search.

Stabilitas makro menempatkan Indonesia di jalur cepat menuju prosperitas ekonomi 2026

Stabilitas makro menempatkan Indonesia di jalur cepat menuju prosperitas ekonomi 2026
X

 Ekonom global, Chief Economist IQI Global, Shan Saeed. Foto : Istimewa

Dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji, ekonom global Shan Saeed, Chief Economist IQI Global yang berbasis di Kuala Lumpur, memaparkan optimisme kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2026.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di pasar keuangan global dan rekam jejak sebagai komentator reguler di CNBC, Bloomberg Dubai, dan 365 News, Shan menilai Indonesia kini berada pada “jalur cepat menuju kemakmuran.”

Shan menyebut bahwa fondasi stabilitas makro Indonesia saat ini berada pada titik yang jarang dimiliki negara emerging market. Pertumbuhan ekonomi 2026 diprediksi berada di kisaran 5% hingga 6%, sementara inflasi tetap terjaga pada posisi 1,5% hingga 2%. Stabilitas ini, menurutnya, merupakan kombinasi dari disiplin fiskal, pengelolaan moneter yang hati-hati, serta konsistensi kebijakan pemerintah.

Shan menegaskan bahwa ketahanan fiskal Indonesia layak dijadikan rujukan internasional, terutama karena rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga di bawah 40 persen.

“Ini adalah bukti kehati-hatian pemerintah dalam mengelola anggaran negara di tengah ketidakpastian global,” ujar Shan.

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator penting lainnya. Dengan proyeksi berada pada rentang Rp15.200 hingga Rp16.000 per dolar AS, Shan menilai kebijakan Bank Indonesia sangat kredibel.

“Stabilitas rupiah akan menjaga daya beli, harga-harga tetap stabil, dan kepercayaan investor meningkat,” tegasnya.

Salah satu pilar penting dalam prospek positif Indonesia adalah kenaikan pendidikan perempuan dan peningkatan partisipasi tenaga kerja perempuan. Indonesia telah memperluas partisipasi angkatan kerja perempuan sekitar 4–5 persen dalam satu dekade terakhir.

“Pendidikan perempuan adalah akselerator ekonomi. Ketika lebih banyak perempuan berpendidikan masuk ke dunia kerja, produktivitas meningkat dan ekonomi tumbuh lebih cepat,” kata Shan.

Ia juga menilai bahwa lonjakan pendapatan per kapita Indonesia dari sekitar USD 3.400 pada 2015 menjadi proyeksi di atas USD 5.000 pada 2025 merupakan bukti nyata bahwa stabilitas makro dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan seiring.

“Empowering women is not just about equality, it elevates national prosperity in the long run,” ujar Shan dalam wawancara tersebut.

Menurut Shan, arah kebijakan pemerintah yang menekankan stabilitas, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan penguatan inklusi ekonomi akan menjaga momentum positif ini. “Indonesia is on a high-speed track to prosperity, the macroeconomic architecture is strong, credible, and built for long-term growth,” tuturnya.

Menutup wawancara, Shan menilai 2026 dapat menjadi tahun penting ketika Indonesia memasuki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi.

“Indonesia is becoming one of the most resilient and disciplined economies in the emerging-market universe,” ujarnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire