Sudin LH Jaksel kerahkan ratusan truk untuk tangani sampah

Arsip foto - Kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Jalan Masjid Al-Makmur, tepatnya di kawasan rel kereta Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Arsip foto - Kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Jalan Masjid Al-Makmur, tepatnya di kawasan rel kereta Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan bergerak cepat mengerahkan sebanyak 190 truk berbagai ukuran untuk menangani penumpukan sampah.
"Truk digunakan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga hingga tempat penampungan sementara (TPS)," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono di Jakarta, Senin.
Dedy mengatakan, armada yang dikerahkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari dump truck mini, truk arm roll, truk compactor, hingga truk typer berkapasitas besar.
Kemudian, sebanyak 1.107 petugas juga dikerahkan untuk mengangkut sampah setiap hari untuk mencegah terjadinya penumpukan di berbagai titik di 10 wilayah kecamatan,
"Volume sampah di Jakarta Selatan mencapai sekitar 1.120 ton per hari. Jumlah ini cenderung meningkat pada momen libur panjang maupun hari raya keagamaan," ucap dia.
Dalam proses pengolahan, kata Dedy, sampah yang telah dikumpulkan akan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos melalui metode maggot, sedangkan sampah plastik diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
"Untuk sampah residu dikumpulkan di TPS untuk selanjutnya dibuang ke TPST Bantar Gebang," ucapnya.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi produksi sampah dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
"Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga," kata dia.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2025, volume sampah di Jakarta mencapai rata-rata lebih dari 7.900 ton per hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengelola sampah tersebut melalui pengurangan di sumber dan pemrosesan di TPST Bantargebang.




