Tepis isu menyerah, Kaposwil Safrizal pastikan pembersihan lumpur Aceh Terus berjalan
Safrizal ZA menegaskan Satgas PRR terus bekerjadd menuntaskan pembersihan lumpur pasca-banjir di Aceh.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, menepis narasi yang berkembang di media sosial bahwa pemerintah “menyerah” dalam menangani lumpur pasca-banjir di Aceh.
Safrizal menegaskan bahwa proses pembersihan masih berjalan intensif dengan hasil nyata di lapangan.
‘Berat’ Bukan Berarti Menyerah
Safrizal meluruskan makna kata “berat” yang sempat disalahartikan publik. Ia menegaskan istilah tersebut menggambarkan tantangan di lapangan, bukan bentuk ketidaksanggupan.
“Berat itu artinya kami harus bekerja lebih keras, bukan menyerah. Ini realitas medan yang harus kami taklukkan bersama,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (10/4).
Progres Pembersihan Capai 480 Lokasi
Berdasarkan data Satgas:
Total titik terdampak: 519 lokasi
Selesai dibersihkan: 480 lokasi
Sedang ditangani: 39 lokasi
Lokasi tersisa umumnya berada di kawasan padat penduduk dan area dengan akses terbatas, sehingga memerlukan metode manual yang lebih detail.
Dukungan Personel & Padat Karya
Untuk mempercepat proses, Satgas melibatkan:
Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Aceh Tamiang
Program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II di Pidie Jaya
Di Pidie Jaya, tepatnya di Meureudu dan Meurah Dua, program ini melibatkan:
300 warga
80 personel Satuan Polisi Pamong Praja & Badan Penanggulangan Bencana Daerah
12 personel Tentara Nasional Indonesia / Kepolisian Negara Republik Indonesia
Gelombang pertama berlangsung pada 6–8 April, dan akan dilanjutkan pada 14–17 April.
Infrastruktur Vital Sudah Pulih
Safrizal memastikan:
Infrastruktur vital Tahap I sudah 100% pulih sejak Januari
Fokus saat ini pada lingkungan permukiman warga
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang tidak utuh.
“Data adalah fakta. Kami tidak berhenti sampai semuanya tuntas,” tegasnya.
Proses pemulihan Aceh terus berjalan meski medan berat. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
(Eddy Suroso)







