Trauma healing anak warnai pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang

Sejumlah anak-anak berswafoto usai mengikuti trauma healing di Masjid Al-Ihsan, kawasan Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto
Sejumlah anak-anak berswafoto usai mengikuti trauma healing di Masjid Al-Ihsan, kawasan Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto
Trauma healing anak mewarnai pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang dilakukan Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Laznas Peduli bersinergi dengan Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) di wilayah terdampak banjir.
Koordinator AQL Laznas Peduli Posko Aceh Tamiang Novita Mariana mengatakan kegiatan difokuskan pada layanan psikososial anak dan pengobatan gratis bagi warga terdampak bencana di kawasan Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang.
"Hari ini kita mengadakan pengobatan gratis dan psikososial untuk anak. Jadi kita mulai tadi jam 9 sampai sekarang sudah menjelang siang," kata Novita dikutip dari ANTARA.
Menurut Novita, trauma healing dilakukan melalui aktivitas menggambar, bernyanyi, serta program Indonesia Menulis Quran, yang dirancang membantu pemulihan mental anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama menjelang Ramadhan 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Ihsan, kawasan Kota Lintang Bawah, dengan melibatkan anak-anak sekitar wilayah terdampak banjir, yang sebagian besar masih menjalani aktivitas sekolah di lokasi yang sama.
Menurut dia, kondisi anak-anak cukup memprihatinkan akibat sekolah rusak, sehingga pendampingan dilakukan agar mereka tetap merasa bahagia, teredukasi, dan tidak merasa sendirian menghadapi dampak bencana.
Kegiatan itu diikuti kurang lebih 100 anak yang berada di kawasan Kampung Kota Lintang.
"Jadi kita berusaha di sini membersamai anak-anak agar tetap mereka merasa enggak sendiri, ada kakak-kakaknya yang selalu memikirkan mereka juga," ujar dia.
Selain itu, layanan pengobatan gratis juga menyasar orang dewasa, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 50 pasien kesehatan.
Novita menjelaskan, lembaganya dan mitra telah berada di Aceh sejak 4 Desember 2026. Selain kegiatan trauma healing, mereka juga menyalurkan logistik, menyediakan air bersih, membangun mushola, serta menggelar makan bersama Meugang.
Meugang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh untuk menyambut hari besar Islam (Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha) dengan membeli, memasak, dan menikmati hidangan daging bersama keluarga serta membagikannya.
Adapun relawan yang terlibat berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari Jakarta, Medan, dan Aceh, serta bekerja sama dengan Pesantren Ibadurrahman dalam menjalankan program kemanusiaan itu.
Selama di Aceh Tamiang, relawan membuka posko di Masjid Al-Ikhlas di Tanah Terban, Kecamatan Tanah Baru dan kawasan pintu masuk Kuala Simpang, yang menjadi pusat distribusi bantuan dan koordinasi kegiatan lapangan.
"Setiap hari kita berkeliling sampai kita sudah mau ekspansi ke Aceh Timur," kata Novita.
Di tempat yang sama, perwakilan FUIB dan JATTI Adam Nurachman mengatakan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan FUIB dan JATTI Peduli di Aceh Tamiang meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis.
Selanjutnya layanan thibbun nabawi, seperti bekam dan akupuntur, pembagian pakaian sholat gratis mulai sarung, mukena dan sajadah, serta pembagian lampu sel surya (solar cell) gratis.
Adam mengaku pada aksi kemanusiaan itu relawan FUIB melibatkan tenaga profesional kesehatan dari berbagai institusi syariah di Bekasi di antaranya tiga dokter, dua perawat, tiga herbalis, hingga empat guru pesantren yang bertugas dari 6 Januari sampai 9 Februari 2026.
Adam menyebut kegiatan sebelumnya menjangkau lima titik, yakni Tanah Terban, Rantau, Batu Sumbang, Tanjung Gelumpang, dan Menanggini, sebelum dilanjutkan ke lokasi lain di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir.
Pada hari itu, kegiatan dipusatkan di Kota Lintang Bawah, sementara dua hari mendatang relawan dijadwalkan menuju Pantai Tinjau untuk pengeboran sumur air bersih bagi masyarakat sekitar terdampak banjir Aceh Tamiang.
Selain itu, relawan juga merencanakan pengeboran sumur air bersih dan pemasangan lampu sel surya di Tanjung Gelumpang yang hingga kini belum teraliri listrik bagi warga setempat pascabencana banjir besar di daerah itu.
Adam berharap dukungan tersebut membangkitkan semangat masyarakat agar tidak berputus asa, tetap berpikir positif, saling menguatkan, dan kembali beraktivitas setelah musibah melanda wilayah mereka.
Ia juga mengajak berbagai pihak terus membantu pemulihan, agar anak-anak dapat kembali sekolah, berbahagia, dan tidak larut kesedihan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.




