Top
Begin typing your search above and press return to search.

VIGENK: Mateas Ramaputra ingatkan AI mudah diakses, waspadai risiko penipuan digital

VIGENK: Mateas Ramaputra ingatkan AI mudah diakses, waspadai risiko penipuan digital
X

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pembuatan konten hingga mendukung aktivitas belajar dan pekerjaan. Namun, kemudahan tersebut juga diiringi meningkatnya risiko penyalahgunaan, termasuk penipuan dan penyebaran disinformasi.

Hal itu mengemuka dalam program Visi Generasi Kini (VIGENK) Radio Elshinta bersama Anchor Telni Rusmitantri yang menghadirkan Policy and Regulation Expert KORIKA, Mateas Ramaputra, Minggu (12/4/2026).

Mateas menegaskan bahwa kehadiran AI tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang terus bergerak maju. Menurutnya, masyarakat perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut, bukan menolaknya.

“AI itu akan semakin mudah diakses dan digunakan. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu risiko utama dalam penggunaan AI adalah potensi kebocoran data. Setiap informasi yang dimasukkan ke dalam sistem AI berpeluang tersimpan dan dapat diakses kembali, baik oleh sistem itu sendiri maupun pihak lain.

Karena itu, Mateas mengingatkan pentingnya kesadaran dalam menjaga privasi di era digital. Ia menilai, mempertahankan privasi secara penuh saat ini semakin sulit, terutama bagi pengguna aktif perangkat digital.

“Ketika kita masuk ke dunia digital, kita harus memahami bahwa ada potensi privasi kita tidak sepenuhnya terlindungi. Maka, kita harus selektif dalam menggunakan teknologi, termasuk AI,” katanya.

Selain isu privasi, ia juga menyoroti meningkatnya potensi penyalahgunaan AI untuk penipuan. Teknologi seperti voice cloning dan manipulasi video dinilai semakin mempermudah pelaku kejahatan dalam menciptakan konten palsu yang meyakinkan.

Menurut Mateas, kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya kebiasaan verifikasi informasi di masyarakat. Banyak pengguna yang langsung menyebarkan konten tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya literasi AI sebagai bagian dari literasi digital. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama dengan membandingkan pada sumber-sumber yang kredibel.

“Langkah paling sederhana adalah menetapkan sumber informasi yang dipercaya, lalu melakukan check and recheck sebelum menyebarkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong penerapan pola verifikasi berbasis komunitas, seperti dalam lingkungan keluarga atau kelompok pertemanan, guna meminimalisasi penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi.

Di sisi lain, Mateas menilai AI tetap memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas jika digunakan secara tepat. Dalam praktiknya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu atau “partner” dalam proses berpikir, bukan sebagai pengganti sepenuhnya.

“AI bisa membantu memberikan masukan atau sudut pandang lain, tapi keputusan tetap ada di manusia,” kata dia.

Melalui peran KORIKA, lanjut Mateas, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab, termasuk melalui edukasi publik, kolaborasi dengan pemerintah, serta penyelenggaraan forum diskusi dan konferensi.

Ia berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan AI secara optimal tanpa mengabaikan aspek etika dan keamanan, sehingga teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Deddy Ramadhany

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire