Wali Kota: Peluang investasi Bandung Zoo capai Rp50 miliar

Arsip - Situasi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Arsip - Situasi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut peluang investasi pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) mencapai lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun pertama.
"Karena anggarannya yang akan dikelola juga besar ya. Maksudnya, peluang investasinya bisa di atas Rp50 miliar. Jadi, memang mesti lembaga konservasi yang memiliki kekuatan pengelolaan yang sangat baik," kata Farhan di Bandung, Jawa Barat, Senin.
Farhan mengungkapkan proses penataan dan pengelolaan Bandung Zoo saat ini memasuki tahap penting dengan dibukanya peluang kerja sama bagi lembaga konservasi berbadan hukum.
Ia menyebut 85 lembaga konservasi telah diundang untuk mengikuti proses seleksi dalam kerangka pemanfaatan dan pengelolaan kebun binatang tersebut.
"Yang penting dia (calon pengelola) harus memiliki reputasi yang sangat baik," katanya.
Menurut Farhan, proses seleksi dilakukan secara ketat dan diawasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.
Selain itu, Pemkot Bandung juga membuka ruang partisipasi masyarakat sebagai bagian dari transparansi dalam menentukan pengelola baru.
Farhan menilai tingginya perhatian publik serta minat dari lembaga konservasi internasional menjadi sinyal positif bagi masa depan Bandung Zoo.
"Ini menjadi motivasi kami untuk membentuk pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Farhan mengungkapkan dari puluhan lembaga yang mendaftar, hanya peserta dengan reputasi dan kapasitas terbaik yang akan dipilih.
Ia menargetkan proses seleksi mulai mengerucut pada akhir April 2026 dengan mengedepankan standar profesional dalam menentukan pengelola baru.




