Top
Begin typing your search above and press return to search.

Wamendagri: Kemendagri dukung digitalisasi penyaluran Bansos

Wamendagri: Kemendagri dukung digitalisasi penyaluran Bansos
X

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk. (ANTARA/HO-Kemendagri)

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan melalui perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di 40 wilayah percontohan (piloting) pada tahun 2026.

"Kami berharap Bapak dan Ibu gubernur, bupati, dan wali kota dapat mendukung penuh pelaksanaan piloting digitalisasi bansos ini, mengingat perluasan piloting menjadi bagian dan tahapan penting untuk menguji kesiapan, keandalan, dan keakuratan sasaran penerima bantuan sosial," kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menciptakan transparansi data dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan memastikan keamanan sistem perekaman KTP bagi masyarakat, termasuk di wilayah percontohan. Hal ini mengingat KTP menjadi basis penyusunan data penerima bansos.

Lebih lanjut, Ribka menjelaskan bahwa program perluasan piloting digitalisasi penyaluran bansos bertujuan menguji kesiapan infrastruktur dan akurasi data di tingkat daerah sebelum diterapkan secara nasional.

Sebanyak 40 wilayah dipilih berdasarkan kesiapan jaringan internet dan komitmen Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing wilayah. Jumlah daerah tersebut nantinya akan dibagi ke dalam tujuh wilayah koordinasi di bawah pengawasan kementerian dan lembaga terkait.

Ribka menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan instrumen strategis untuk memetakan warga miskin secara lebih jelas. Dengan data yang terkonsolidasi, pemerintah pusat dan daerah dapat bergerak lebih sinkron dalam melakukan intervensi penanggulangan kemiskinan dari level paling bawah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi penyaluran bansos tidak hanya bergantung pada peran Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah (Pemda). Terlebih, inisiatif tersebut sejalan dengan visi Astacita Presiden keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Ribka juga mengimbau daerah yang menjadi wilayah percontohan tahun 2026 agar dapat belajar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi diketahui lebih dahulu menjadi daerah percontohan pada tahun 2025 dan dinilai berhasil dalam pelaksanaan digitalisasi penyaluran bansos.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire