Wamenekraf nilai kolaborasi RI–Korsel perluas ekosistem musik

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat ditemui media di acara Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif di Jakarta, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Fitra Ashari
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat ditemui media di acara Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif di Jakarta, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Fitra Ashari
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai adanya kolaborasi musik dengan pihak Korea Selatan menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan karya musisi Indonesia ke kancah global.
“Kolaborasi dengan Korea Selatan bisa menjadi entry point yang kuat bagi musisi Indonesia untuk naik kelas secara global. Namun kolaborasi harus dibangun secara seimbang agar memberi manfaat jangka panjang bagi talenta Indonesia,” kata Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Melalui audiensi bersama penyanyi Saniyah dan CEO & Founder Big Ground Entertainment Kevin Hermanto di Jakarta, Rabu (4/2), Irene menyampaikan bahwa kerja sama lintas negara tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi musisi Indonesia serta menjamin perlindungan hak cipta.
Pasar musik Korea Selatan dinilainya unggul dari sisi ekosistem industri dan pemahaman lisensi, sementara Indonesia didukung basis pasar dan jumlah pendengar yang besar.
Sinergi kedua negara berpotensi membuka kolaborasi yang saling menguntungkan. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak panggung bagi musisi pendatang baru melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung keberlanjutan karier.
Selain itu, Irene turut membawa pembahasan mengenai pengembangan talenta berbasis panggung, serta penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual (IP) musisi Indonesia.
CEO & Founder Big Ground Entertainment Kevin Hermanto menjelaskan konsep Veiled Cup sebagai format pencarian bakat yang menekankan prinsip keadilan. Dalam kompetisi ini, identitas visual peserta disamarkan sehingga penilaian juri dilakukan murni berdasarkan kualitas vokal.
“Melalui konsep veil, juri hanya mendengarkan suara tanpa mengetahui identitas peserta. Bahkan dalam pelaksanaannya, juri dan peserta tidak berada di ruang yang sama. Ini kami lakukan untuk memastikan proses yang adil,” kata Kevin.
Keberhasilan Veiled Cup mendorong pengembangan lanjutan bagi pemenang, termasuk kolaborasi musisi Indonesia dan Korsel dalam produksi lagu serta penulisan karya bersama, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat posisi talenta lokal di kancah global.
Saniyah sendiri merupakan salah satu talenta Indonesia yang menorehkan prestasi di tingkat internasional, antara lain melalui capaian di "Asia’s Got Talent" 2019 serta partisipasinya dalam ajang Veiled Cup Korea Selatan, yang menjadi contoh potensi musisi Indonesia untuk bersaing di panggung global.
Oleh karenanya, audiensi diharapkan menjadi langkah awal pengembangan talenta musik Indonesia, dengan pemerintah siap memberikan panggung agar musisi lokal terus berkolaborasi secara global dan bersaing di level internasional.




