Warga Agam yang mengungsi akibat bencana capai 4.000 orang

Korban mengungsi dampak bencana banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal
Korban mengungsi dampak bencana banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat warga yang mengungsi akibat bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang di daerah itu mencapai 4.000 orang.
"Mereka tersebar di 11 dari 16 kecamatan di Agam. Ini merupakan data per Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Minggu.
Ia mengatakan ke-4.000 orang itu berasal dari Kecamatan Palembayan 167 orang, Ampek Nagari 600 orang, Palupuh 100 orang, dan Tanjung Mutiara 965 orang.
Sedangkan di Kecamatan Tanjung Raya 1.129 orang, Baso 30 orang, Malalak 135 orang, Banuhampu 10 orang, Matur 300 orang, Ampek Koto 778 orang, dan Lubuk Basung 129 orang.
"Ini berdasarkan data yang kita peroleh dari pemerintah nagari atau desa di 11 kecamatan itu," katanya.
Ia mengatakan mereka mengungsi di ke masjid, mushalla, rumah saudara, dan lainnya.
Mereka mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Di pengungsian, tambahnya, untuk kebutuhan makan warga telah dibangun 26 dapur umum.
Ia menyebut bencana alam berupa tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin kencang mengakibatkan 468 unit rumah rusak ringan, rusak sedang 26 unit, dan rusak berat 49 unit.
Sementara korban meninggal dunia 85 orang, tersebar di Kecamatan Malalak 10 orang, Tanjung Raya empat orang, Matua satu orang, Palupuh satu orang, dan Palembayan 55 orang. Untuk korban hilang 78 orang.




