Warga Jakarta diimbau waspadai cuaca panas ekstrem

Warga berpayung saat cuaca panas dan terik di Jakarta pada Senin (24/4/2023). ANTARA FOTO/Fauzan.
Warga berpayung saat cuaca panas dan terik di Jakarta pada Senin (24/4/2023). ANTARA FOTO/Fauzan.
Pemerintah Provinsi DKI mengimbau warga Jakarta untuk mewaspadai cuaca panas agar tak dehidrasi selama beberapa hari guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan suhu tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Jadi, memang perkiraan BMKG, pada satu, dua, tiga hari ini cuaca cukup panas, termasuk hari ini," kata Gubernur DKI Pramono Anung kepada wartawan di Pure Segera Jakarta Utara, Minggu.
Pramono meminta warga untuk tidak khawatir dengan mempersiapkan antisipasi yang salah satunya memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Dinas Kesehatan DKI.
"Jadi, untuk warga di Jakarta tak perlu khawatir," kata dia.
Sementara, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan cuaca panas dapat mempengaruhi kesehatan seperti kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heatstroke).
"Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ucap Ani.
Kelompok rentan yakni pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia (lansia) yang berisiko tinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas.
Untuk antisipasi secara umum, katanya, diimbau mengonsumsi air putih serta menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi seperti kopi dan teh.
Kemudian, diimbau menggunakan topi dan payung di luar ruangan serta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari, terutama bagi kelompok rentan.
Jika di dalam ruangan, maka gunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin supaya menjaga suhu ruang.




