YMT patuhi kebijakan Pemkot Bandung soal penyegelan Bandung Zoo

Satpol PP Kota Bandung saat melakukan penyegelan terhadap aset Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Satpol PP Kota Bandung saat melakukan penyegelan terhadap aset Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) menyatakan mematuhi kebijakan Pemerintah Kota Bandung terkait penyegelan kawasan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) sebagai bagian dari penataan aset daerah.
Ketua YMT John Sumampauw menilai langkah penyegelan tersebut merupakan bentuk ketegasan aparatur pemerintah kota dalam menertibkan pengelolaan aset negara.
“Kalau saya melihat ini bentuk suatu ketegasan yang kita cari, bahwa akhirnya aparatur Kota Bandung benar-benar serius menanggapi orang-orang tidak bertanggung jawab yang menduduki lahan negara, aset negara,” ujar John di Bandung, Kamis.
Meski izin lembaga konservasi YMT telah dicabut, John menuturkan pihaknya tetap bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh kebijakan pemerintah.
“Kita juga memberi apresiasi karena izin LK kita dicabut. Kita manut dan kooperatif terhadap kebijakan pemerintah, dan selalu kooperatif apa pun itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, John menegaskan bahwa Yayasan Margasatwa Tamansari secara resmi siap mundur dari pengelolaan Bandung Zoo serta mengembalikan seluruh satwa yang selama ini dititipkan kepada pihak-pihak terkait.
Ia menyatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus komitmen untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga selama masa transisi.
“Pada prinsipnya kami siap mundur dan mengembalikan seluruh satwa titipan kepada pihak-pihak yang berwenang. Kami ingin proses ini berjalan baik dan satwa tetap terlindungi,” ujarnya.
John berharap ke depan Bandung Zoo dapat dikelola oleh pihak yang profesional dan berpengalaman agar mampu memaksimalkan potensi aset daerah.
“Harapan kita Bandung Zoo akan dikelola oleh pengelola yang profesional, yang punya pengalaman, dan benar-benar bisa memaksimalkan aset kota ini,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan yang baik juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Bandung.
“Kalau benar dikelola dengan baik, itu akan menjadi pemasukan PAD yang berarti untuk Kota Bandung. Tapi kalau tidak dikelola dengan baik, ini akan menjadi beban Kota Bandung,” ujar John.




