Ekspedisi Elshinta pantau jalur Palembang–Lahat di Sumatera
Tim Ekspedisi Elshinta menemukan minim SPBU dan jalan berkelok saat perjalanan Palembang menuju Lahat.

Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 lintas Sumatera melanjutkan perjalanan dari Kota Palembang menuju Kota Lahat melalui jalur arteri lintas Sumatera.
Perjalanan menuju Lahat diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam. Sepanjang perjalanan, tim melintasi Jalan Ahmad Yani yang menjadi salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Sumatera Selatan.
Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan di jalur tersebut cukup menantang bagi pengendara. Selain memiliki banyak tikungan dan kontur jalan yang berkelok, di beberapa titik juga ditemukan jalan berlubang yang memaksa pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintas.
Tim ekspedisi juga mencatat minimnya fasilitas pendukung perjalanan di sepanjang jalur tersebut. SPBU terbilang jarang ditemui, sehingga pengendara harus memastikan kendaraan dalam kondisi bahan bakar penuh sebelum memulai perjalanan.
Selain itu, di beberapa titik terlihat pedagang bensin eceran di pinggir jalan yang menjadi alternatif bagi pengendara yang kehabisan bahan bakar.
Tim juga sempat melintasi ruas tol lintas Sumatera dari arah Palembang. Namun dalam jarak sekitar 60 kilometer, tim tidak menemukan adanya SPBU maupun rest area yang dapat dimanfaatkan pengendara untuk beristirahat.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi para pemudik yang akan melintas di jalur tersebut agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama terkait bahan bakar kendaraan.
Di sepanjang perjalanan menuju Lahat, arus kendaraan juga didominasi oleh truk-truk besar yang membawa muatan logistik. Hal ini turut mempengaruhi kelancaran perjalanan di jalur arteri tersebut.
Salah satu anggota tim ekspedisi, Muhammad Irza Farel, mengungkapkan bahwa perjalanan cukup menguras kondisi fisik akibat jalur yang berkelok serta kondisi jalan yang tidak sepenuhnya mulus.
Sementara itu, pengemudi tim ekspedisi, Edo dari Indoren, juga mengingatkan pentingnya kesiapan pengemudi dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan di jalur lintas Sumatera.
Ia menyarankan agar pengendara selalu memeriksa kondisi kendaraan, terutama tekanan ban dan kelayakan ban, serta tetap waspada karena di beberapa titik terdapat lubang besar yang dapat membahayakan pengendara.
Pengemudi juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas pada malam hari atau ketika hujan karena kondisi jalan yang cukup menantang.
Tim Ekspedisi Elshinta lintas Sumatera akan terus memberikan pembaruan informasi mengenai kondisi jalur mudik di berbagai wilayah sebagai referensi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat Lebaran 2026.




