Masjid Jami Assalaam Cirebon jadi tempat singgah pemudik
Masjid Jami Assalaam Cirebon buka 24 jam dan siapkan fasilitas istirahat bagi pemudik Lebaran 2026.

Masjid Jami Assalaam Cirebon Jadi Tempat Singgah Pemudik
Masjid Jami Assalaam Cirebon Jadi Tempat Singgah Pemudik
Program Ekspedisi Masjid Indonesia kembali menyoroti sejumlah masjid yang menjadi tempat singgah bagi para pemudik menjelang Lebaran 2026. Di Kota Cirebon, Masjid Jami’ Assalaam menjadi salah satu masjid yang dikenal ramah bagi para musafir yang melintas di jalur mudik.
Masjid yang lokasinya berada dekat dengan stasiun kereta api dan berbagai fasilitas umum ini menjadi titik strategis bagi para pemudik yang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Menjelang waktu Maghrib, aktivitas di Masjid Jami’ Assalaam mulai terlihat ramai. Meskipun masih sekitar delapan hari menjelang Idul Fitri, sejumlah pemudik sudah terlihat singgah untuk beristirahat di area masjid.
Sebagian pemudik memanfaatkan masjid untuk salat berjamaah, beristirahat sejenak, hingga menunggu waktu berbuka puasa sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan.
Pengurus Masjid Jami’ Assalaam juga memastikan bahwa pada masa menjelang Lebaran, masjid akan dibuka selama 24 jam untuk memudahkan para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat, baik pada siang maupun malam hari.
“Biasanya di luar Ramadan ada jam buka dan tutup. Namun khusus menjelang Idul Fitri, masjid akan dibuka penuh agar para pemudik bisa beristirahat dengan tenang,” ujar pengurus masjid.
Sejumlah fasilitas juga telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan para pemudik. Selain kamar mandi dan toilet, pengurus masjid juga menyediakan area istirahat di lantai dua yang dapat digunakan bagi pemudik yang ingin beristirahat lebih lama.
Teras masjid dan beberapa area terbuka juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para musafir yang singgah sementara.
Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan, pengurus masjid telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk relawan serta dukungan dari Kementerian Agama, guna memastikan pelayanan kepada para pemudik berjalan optimal.
Di wilayah Kota Cirebon sendiri, terdapat beberapa masjid lain yang juga menjadi titik singgah favorit pemudik, salah satunya Masjid Ar-Rasyidun yang berada di kawasan Perjuangan. Lokasinya yang berada di jalur Pantura membuat masjid tersebut sering menjadi tempat istirahat bagi pemudik yang melintas.
Program Masjid Ramah Pemudik ini dinilai sangat relevan untuk terus dikembangkan, mengingat mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang melibatkan jutaan orang setiap tahunnya.
Dengan adanya fasilitas istirahat di masjid, diharapkan para pemudik dapat mengurangi kelelahan di perjalanan sehingga dapat membantu menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pengurus masjid juga menyampaikan pesan kepada para pemudik agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.
“Manfaatkan fasilitas yang sudah disediakan untuk beristirahat. Jangan memaksakan tenaga di perjalanan, karena keluarga di rumah menanti kedatangan kita untuk berlebaran bersama,” pesan pengurus masjid.
Selain itu, pemudik khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua juga diimbau untuk lebih berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang masih berada di musim hujan sehingga banyak jalan yang licin.
Dengan berbagai fasilitas dan kesiapan tersebut, Masjid Jami’ Assalaam Cirebon diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan menenangkan bagi para pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.




