Top
Begin typing your search above and press return to search.

Perbedaan TOEFL dan IELTS untuk kuliah luar negeri

Perbedaan TOEFL dan IELTS untuk kuliah luar negeri lengkap dengan fungsi, format ujian, sistem penilaian, dan tips memilih tes yang tepat.

Perbedaan TOEFL dan IELTS untuk kuliah luar negeri
X

Perbedaan TOEFL dan IELTS untuk kuliah luar negeri (Sumber:freepik.com)

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System) adalah dua jenis tes kemampuan bahasa Inggris yang paling sering digunakan untuk keperluan akademik, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri.

TOEFL umumnya digunakan untuk mendaftar ke universitas di Amerika Serikat dan beberapa negara lain yang menggunakan standar akademik berbasis bahasa Inggris. Sementara itu, IELTS lebih banyak digunakan di negara seperti Inggris, Australia, dan Kanada.

Kedua tes ini sama-sama mengukur kemampuan dasar bahasa Inggris, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Namun, metode pengujian dan pendekatannya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Fungsi TOEFL dan IELTS untuk kuliah luar negeri

Fungsi utama TOEFL dan IELTS adalah sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa internasional. Hampir semua universitas luar negeri mensyaratkan skor salah satu dari kedua tes ini sebagai bagian dari proses seleksi.

Selain untuk kuliah, skor TOEFL dan IELTS juga sering digunakan untuk keperluan beasiswa, visa pelajar, hingga persyaratan kerja di luar negeri. Oleh karena itu, memilih jenis tes yang tepat menjadi langkah penting dalam perencanaan studi ke luar negeri.

Beberapa kampus bahkan memiliki standar skor minimum tertentu, sehingga penting bagi calon mahasiswa untuk menyesuaikan pilihan tes dengan tujuan negara dan universitas yang dituju.

Sistem penilaian TOEFL vs IELTS

Perbedaan lainnya terletak pada sistem penilaian. TOEFL menggunakan skala skor 0-120, yang merupakan gabungan dari empat bagian tes. Setiap bagian memiliki skor maksimal 30 poin.

Sementara itu, IELTS menggunakan band score dari 0 hingga 9. Penilaian dilakukan secara keseluruhan dan juga per bagian, seperti listening, reading, writing, dan speaking.

Perbedaan sistem ini sering membuat calon peserta bingung dalam membandingkan hasilnya. Namun, sebagian besar universitas sudah memiliki standar konversi skor antara TOEFL dan IELTS.

Perbedaan format ujian TOEFL dan IELTS

Salah satu perbedaan utama antara TOEFL dan IELTS terletak pada format ujiannya. TOEFL, khususnya versi iBT (Internet-Based Test), dilakukan sepenuhnya menggunakan komputer. Semua bagian, termasuk speaking, dilakukan melalui perangkat digital.

Sebaliknya, IELTS memiliki dua jenis tes, yaitu Academic dan General Training. Untuk kebutuhan kuliah, biasanya digunakan IELTS Academic. Pada IELTS, bagian speaking dilakukan secara langsung dengan penguji, sehingga terasa lebih seperti percakapan nyata.

Selain itu, struktur soal TOEFL cenderung berbasis akademik dengan teks yang panjang, sedangkan IELTS memiliki variasi soal yang lebih kontekstual dan beragam.

Kelebihan dan kekurangan TOEFL dan IELTS

TOEFL memiliki keunggulan dalam hal sistem yang terkomputerisasi, sehingga lebih praktis bagi peserta yang terbiasa menggunakan perangkat digital. Selain itu, hasil TOEFL sering dianggap lebih konsisten karena minim interaksi langsung.

Namun, kekurangannya adalah bagian speaking yang dilakukan melalui komputer bisa terasa kurang natural bagi sebagian orang.

Di sisi lain, IELTS unggul karena bagian speaking dilakukan secara langsung, sehingga lebih menyerupai percakapan sehari-hari. Namun, interaksi ini juga bisa menjadi tantangan bagi peserta yang kurang percaya diri berbicara langsung dengan penguji.

Memahami kelebihan dan kekurangan ini penting agar peserta dapat memilih tes yang sesuai dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing.

Mana yang lebih mudah: TOEFL atau IELTS

Pertanyaan ini sering muncul, namun jawabannya tergantung pada kemampuan individu. Jika kamu lebih nyaman berbicara langsung dan terbiasa dengan percakapan, IELTS bisa terasa lebih mudah.

Sebaliknya, jika kamu lebih terbiasa dengan komputer dan menyukai soal berbasis akademik, TOEFL mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat.

Tidak ada tes yang benar-benar lebih mudah secara umum. Kunci utamanya adalah memahami format tes dan melakukan persiapan yang matang sebelum mengikuti ujian.

Tips memilih TOEFL atau IELTS untuk kuliah luar negeri

Agar tidak salah pilih, langkah pertama adalah mengecek persyaratan dari universitas tujuan. Beberapa kampus hanya menerima TOEFL atau IELTS tertentu, sehingga informasi ini sangat penting.

Selanjutnya, kenali gaya belajar dan kemampuan diri sendiri. Jika kamu lebih percaya diri berbicara langsung, IELTS bisa menjadi pilihan. Namun, jika lebih nyaman dengan sistem digital, TOEFL bisa lebih sesuai.

Terakhir, lakukan latihan soal secara rutin dan ikuti simulasi tes agar terbiasa dengan format ujian. Persiapan yang baik akan meningkatkan peluang mendapatkan skor tinggi dan membuka jalan untuk kuliah di luar negeri.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire