Mengapa tubuh mudah lemas saat puasa?
Mengapa tubuh mudah lemas saat puasa? Itu bisa terjdi karena penuruan kadar gula darah, dehidrasi, hingga masalah pola tidur dan kebiasaan sehari-hari.

Lemas saat berpuasa. (Sumber: Vecteezy)
Lemas saat berpuasa. (Sumber: Vecteezy)
Puasa di bulan Ramadan 2026 adalah ibadah wajib sekaligus mengandung tantangan fisik bagi sebagian orang. Rasa lemas, terutama di minggu-minggu awal puasa, adalah hal yang biasa terjadi. Namun sebenarnya, mengapa ketika berpuasa tubuh mudah merasa lemas?
Apa yang terjadi di dalam tubuh sampai membuat energi seakan menurun? Ada beberapa faktor yang vapat menjelaskan hal tersebut.
Penurunan kadar gula darah
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu yang lamasetiap harinya. Akibatnya, setelah beberapa jam sejak waktu sahur, kadar gula darah mulai menurun karena glukosa sebagai sumber energi utama, habis terpakai untuk aktivitas harian. Ketika ini terjadi, tubuh menurunkan tingkat metabolisme glukosa dan beralih ke cadangan energi lain seperti lemak melalui proses glukoneogenesis. Selama rentang waktu adaptasi ini, banyak orang merasakan penurunan energi yang terasa seperti lemas dan lesu.
Dehidrasi dan kekurangan mineral
Salah satu penyebab yang paling sering diabaikan dari rasa lemas saat puasa adalah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Karena tubuh tidak mendapatkan cairan sepanjang durasi puasa, volume darah menurun dan tubuh berusaha menyesuaikan diri. Kondisi ini dapat memperlambat aliran oksigen dan nutrisi ke otot dan jaringan. Hal ini dapat memicu gejala seperti lemas, pusing, dan kram otot. Kekurangan mineral seperti kalium dan magnesium turut berkontribusi pada gejala kelelahan jika tidak diimbangi dengan asupan yang tepat saat sahur dan berbuka.
Nutrisi tidak seimbang
Kualitas makanan saat sahur dan berbuka menentukan seberapa baik tubuh mempertahankan energi sepanjang hari. Makanan tinggi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih atau gula memberikan lonjakan energi cepat, tetapi diikuti oleh penurunan drastis yang membuat energi cepat hilang. Nutrisi yang tidak mencukupi vitamin dan mineral dapat memperburuk rasa lemas karena vitamin tertentu berperan langsung dalam produksi energi dan metabolisme.
Pola tidur dan kebiasaan hidup
Perubahan jam tidur akibat sahur dan ibadah malam dapat memengaruhi kualitas tidur secara keseluruhan, yang kemudian berdampak pada tingkat energi siang hari. Kurang tidur atau tidur tidak berkualitas bisa meningkatkan perasaan lemas bahkan ketika nutrisi cukup.
Tips agar tidak lemas untuk membuat Ramadan tetap produktif
Untuk menjalani ramadan produktif yang optimal dengan energi yang cenderung stabil, berikut strategi sederhana yang dapat diterapkan:
1.Makan sahur bergizi: Pilih makanan dengan karbohidrat kompleks (misalnya nasi merah, oatmeal), sumber protein, lemak sehat, dan serat.
2. Hidrasi optimal: Pastikan cukup minum di malam hari dengan total sekitar 8 gelas air dan pertimbangkan sumber elektrolit alami seperti buah tinggi air atau minuman elektrolit alami.
3. Jadwal tidur yang teratur: Mengatur jam tidur yang cukup membantu menjaga energi siang hari.
4. Pertimbangkan multivitamin sebagai dukungan: Terutama jika asupan mikronutrien harian kurang optimal, tanpa menggantikan sumber makanan utama.
Tubuh mudah merasa lemas saat puasa karena gabungan antara penurunan energi dari metabolisme glukosa, dehidrasi, kekurangan mikronutrien, serta perubahan pola tidur. Dengan memahami penyebab ini, strategi nutrisi yang tepat termasuk pengaturan makanan, hidrasi, serta dukungan nutrisi seperti konsumsi multivitamin sebagai pilihan alternatif, dapat membantu menjaga kondisi tubuh untuk tetap bertenaga dan menjalani Ramadan 2026 dengan lebih produktif.




