Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peran Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra Mi’raj

Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Masjidil Aqsa memiliki peran penting sebagai masjid suci ketiga dan bagian tak terpisahkan dari sejarah keimanan Islam.

Peran Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra Mi’raj
X

Masjidil Aqsa (Sumber:freepik)

Kota islam yang sangat istimewa dalam sejarah dan ajaran Islam. Terletak di Kota Yerusalem, tempat suci ini bukan hanya dikenal sebagai salah satu masjid utama umat Muslim, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan spiritual Rasulullah dan umat Islam secara keseluruhan.

Kehadiran Masjidil Aqsa dalam perjalanan suci tersebut menegaskan nilai spiritual, historis, dan simbolis yang sangat besar.

Perannya tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang dakwah para nabi serta kesinambungan risalah tauhid dari generasi ke generasi. Masjidil Aqsa menjadi penghubung antara masa lalu, masa Nabi Muhammad SAW, dan kehidupan umat Islam hingga hari ini.

Kedudukan Masjidil Aqsa sebagai Masjid Suci Ketiga

Dalam Islam, Masjidil Aqsa dikenal sebagai masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Kedudukan ini memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Salah satunya tercantum dalam Surah Al-Isra ayat 1, yang menyebutkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang diberkahi sekelilingnya.

Status sebagai masjid suci ketiga bukan sekadar gelar simbolik. Masjidil Aqsa telah menjadi tempat ibadah para nabi jauh sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, hingga Nabi Isa AS, kawasan Masjidil Aqsa menjadi saksi perjuangan dakwah tauhid.

Hal ini menjadikan Masjidil Aqsa sebagai pusat spiritual yang menyatukan sejarah kenabian dalam satu garis ajaran yang sama.

Masjidil Aqsa sebagai Titik Pertemuan Para Nabi

Salah satu peristiwa paling bermakna dalam rangkaian Isra Mi’raj adalah ketika Nabi Muhammad SAW memimpin shalat para nabi terdahulu di Masjidil Aqsa. Momen ini sarat dengan makna teologis yang mendalam bagi umat Islam.

Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam shalat tersebut menegaskan posisi beliau sebagai penutup para nabi dan pembawa risalah terakhir.

Peristiwa ini juga memperlihatkan bahwa Islam bukan agama yang terputus dari ajaran sebelumnya. Sebaliknya, Islam merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari ajaran tauhid yang telah dibawa oleh para nabi terdahulu.

Masjidil Aqsa dalam konteks ini menjadi simbol persatuan risalah kenabian dan bukti bahwa seluruh nabi membawa pesan keimanan yang sama, yaitu menyembah Allah SWT.

Hubungan Masjidil Aqsa dengan Arah Kiblat Pertama

Dalam sejarah awal Islam, Masjidil Aqsa memiliki peran penting sebagai arah kiblat pertama umat Muslim.

Selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melaksanakan shalat dengan menghadap Masjidil Aqsa sebelum akhirnya Allah SWT memerintahkan perubahan kiblat ke Ka’bah di Makkah.

Fakta ini semakin memperkuat kedudukan Masjidil Aqsa dalam praktik ibadah umat Islam. Perubahan arah kiblat tidak mengurangi kemuliaan Masjidil Aqsa, justru menjadi ujian ketaatan umat Islam terhadap perintah Allah SWT.

Masjidil Aqsa tetap memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan ibadah umat Muslim.

Masjidil Aqsa dalam Kesadaran Umat Islam Masa Kini

Di era modern, Masjidil Aqsa tidak hanya dipandang sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan kepedulian umat Islam global.

Setiap peringatan Isra Mi’raj sering dijadikan momentum untuk kembali mengingat pentingnya Masjidil Aqsa dalam iman dan identitas keislaman.

Kesadaran akan makna Masjidil Aqsa mendorong umat Islam untuk memperkuat ukhuwah dan solidaritas lintas bangsa. Tempat suci ini menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki sejarah, nilai, dan tanggung jawab moral yang sama, meskipun hidup di wilayah geografis yang berbeda.

Nilai Spiritual Masjidil Aqsa dalam Kehidupan Beragama

Masjidil Aqsa mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan refleksi diri.

Keterkaitannya dengan peristiwa Isra Mi’raj mengingatkan umat Islam akan pentingnya shalat sebagai tiang agama dan sarana utama dalam menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang peran Masjidil Aqsa, umat Islam diajak untuk menghargai sejarah, memperkuat iman, serta menjadikan Isra Mi’raj sebagai inspirasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Masjidil Aqsa bukan sekadar bangunan suci, melainkan simbol perjalanan spiritual yang terus relevan sepanjang zaman, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persatuan umat Islam.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire