Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hari libur, Kemenhaj tetap layanani administarasi haji

Hari libur, Kemenhaj tetap layanani administarasi haji
X

Perekaman biometrik Calhaj oleh petugas melalui aplikasi Saudi Visa Bio. Foto : Kemenhaj

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tetap membuka layanan administrasi haji di tingkat kabupaten dan kota meski pada hari libur. Kebijakan ini ditempuh guna mempercepat tahapan persiapan haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jemaah yang tidak memiliki waktu mengurus administrasi pada hari kerja.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengatakan pembukaan layanan di hari libur merupakan bentuk komitmen pemerintah agar seluruh proses persiapan haji berjalan tepat waktu dan tidak menghambat jadwal keberangkatan jemaah.

“Kantor Kemenhaj kabupaten dan kota tetap membuka layanan di hari libur untuk mempercepat proses persiapan haji, sekaligus melayani jemaah yang tidak bisa datang pada hari kerja,” ujar Ian di Jakarta, Minggu (4/1).

Ian mencontohkan, salah satu kantor yang telah menerapkan kebijakan tersebut adalah Kemenhaj Kabupaten Pamekasan. Pada layanan hari libur, kantor tersebut melayani penyelesaian dokumen pelunasan biaya haji serta perekaman biometrik jemaah untuk keperluan pengajuan visa.

Ia menjelaskan, perekaman biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio merupakan syarat wajib dalam proses penerbitan visa haji. Data biometrik tersebut terintegrasi langsung dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.

“Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam proses pengajuan visa haji karena seluruh data akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk,” jelasnya.

Meski perekaman biometrik dapat dilakukan secara mandiri oleh jemaah, Kemenhaj tetap menyediakan layanan pendampingan di kantor kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk membantu jemaah yang belum terbiasa menggunakan layanan berbasis digital.

“Kami memahami tidak semua jemaah akrab dengan teknologi. Karena itu, pendampingan tetap diberikan agar proses perekaman biometrik berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala,” kata Ian.

Ia menambahkan, proses perekaman biometrik harus segera diselesaikan mengingat batas akhir input data jemaah ditetapkan pada 8 Februari 2026. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi daerah dengan jumlah jemaah yang cukup besar.

“Perekaman biometrik harus dipercepat agar seluruh data jemaah dapat terinput tepat waktu sesuai tenggat yang ditetapkan,” tegasnya.

Kemenhaj berharap, dengan dibukanya layanan pada hari libur, seluruh proses administrasi haji dapat berlangsung lebih cepat, tertib, dan memberikan kepastian layanan bagi jemaah.

Bhary Hamzah

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire