Kemenhaj integrasikan SISKOHAT–Nusuk, proses visa haji 2026 lebih cepat
Data jemaah terhubung langsung ke Nusuk, proses visa haji 2026 jadi lebih efisien.

Sumber: Kemenhaj
Sumber: Kemenhaj
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan platform Nusuk milik Arab Saudi. Integrasi ini ditargetkan mempercepat proses visa dan meningkatkan akurasi data jemaah haji 2026.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, mengatakan langkah tersebut penting untuk memastikan validasi data jemaah secara langsung dengan sistem Arab Saudi.
“Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan,” ujar Farosa di kantor Kemenhaj Pusat, Jakarta, Jumat (13/2).
Menurutnya, integrasi mulai dirintis sejak Oktober 2025 sebagai bagian dari penguatan tata kelola data nasional. Upaya ini melanjutkan inisiatif sebelumnya untuk menyelaraskan sistem Indonesia dengan platform Arab Saudi.
Secara teknis, proses integrasi didukung tim teknologi informasi yang memastikan stabilitas koneksi dan kelancaran pertukaran data antar-sistem sesuai standar keamanan.
Dengan sistem terhubung langsung, proses birokrasi manual dapat dipangkas. Data jemaah dikirim otomatis dari SISKOHAT ke Nusuk tanpa tahapan input ulang.
“Dengan implementasi integrasi ini, proses pemvisaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur karena data jemaah dikirim langsung dari sistem SISKOHAT ke Nusuk tanpa melalui proses manual,” tegas Farosa.
Kemenhaj juga menekankan aspek keamanan siber dalam integrasi ini. Seluruh proses pertukaran data diklaim terlindungi dan hanya dapat diakses pihak berwenang.
“Pengamanan sistem dilakukan dengan memastikan data hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang, terlindungi selama proses pengiriman, serta tercatat secara akuntabel dalam sistem,” tambahnya.
Ke depan, integrasi digital akan diperluas mencakup pengelompokan jemaah, pengelolaan kontrak layanan, hingga layanan umrah. Kemenhaj menargetkan seluruh tahapan layanan terhubung dalam satu ekosistem data terpadu.
“Integrasi ini menjadi fondasi pengembangan layanan digital haji ke depan. Kami akan terus memperluas cakupan integrasi agar seluruh tahapan layanan jemaah terhubung dalam satu ekosistem data yang andal,” pungkas Farosa.
Bhery Hamzah/Rama




