Menteri Haji: Persiapan haji rampung, jemaah terbang 22 April 2026
Pemerintah memastikan negosiasi biaya tambahan penerbangan tidak membebani jemaah di tengah dinamika Timur Tengah
Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sesuai jadwal. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap mulai 22 April melalui 14 embarkasi di seluruh Indonesia.
“Seluruh proses on schedule. Tanggal 22 April jemaah sudah mulai diberangkatkan,” ujar Gus Irfan dalam wawancara Talk Highlight edisi Kamis (9/4/2026). Ia menjelaskan, gelombang pertama akan langsung menuju Madinah selama sekitar delapan hari sebelum bergeser ke Makkah. Keberangkatan berikutnya dilakukan bertahap dengan jeda sekitar dua pekan.
Pemerintah juga memastikan seluruh aspek layanan telah siap, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal di Arab Saudi. Bahkan, sistem layanan nusuk (kartu identitas digital jemaah), akan dibagikan sejak di embarkasi di Tanah Air untuk menghindari kendala seperti tahun-tahun sebelumnya.
Di tengah situasi konflik di kawasan Timur Tengah, Irfan menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jemaah. Hal itu diperoleh melalui komunikasi intensif dengan otoritas Saudi, termasuk pertemuan dengan perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi dan duta besar. “Mereka memastikan seluruh persiapan haji sudah siap dan kondisi keamanan terkendali,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi situasi darurat, termasuk skema jalur alternatif dan koordinasi intensif antarotoritas. Di sisi kesehatan, Indonesia menyiagakan tim medis serta bekerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah.
Terkait biaya, pemerintah tengah bernegosiasi dengan maskapai penerbangan menyusul adanya permintaan kenaikan biaya akibat lonjakan harga avtur. Maskapai disebut mengajukan tambahan hingga sekitar Rp7-8 juta per jemaah. Namun, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar biaya tambahan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah.
“Kami sedang mencari solusi terbaik agar tidak memberatkan jemaah. Arahan Presiden jelas, jangan dibebankan ke jemaah,” tegas Irfan. Ia menambahkan, negosiasi masih berlangsung untuk mencari skema yang adil bagi semua pihak.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menekan biaya haji secara bertahap. Setelah turun dari sekitar Rp94 juta pada 2024 menjadi Rp89 juta pada 2025, biaya kembali ditekan menjadi sekitar Rp87 juta pada 2026. Sementara itu, biaya yang dibayarkan langsung oleh jemaah berada di kisaran Rp54 juta, dengan sisanya ditopang nilai manfaat dana haji.
Adapun persoalan antrean panjang masih menjadi tantangan besar. Saat ini, jumlah daftar tunggu mencapai lebih dari 5,5 juta orang. Pemerintah pun menerapkan kebijakan distribusi kuota berbasis antrean nasional untuk menciptakan keadilan, sehingga masa tunggu di berbagai daerah bisa lebih merata.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah Indonesia.




