Wamenhaj tekankan satu komando petugas haji saat tinjau Diklat
Dahnil Anzar Simanjuntak soroti soliditas tim dan fase krusial Armuzna.

Elshinta/ Bher
Elshinta/ Bher
Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya fokus tugas dan soliditas kerja petugas haji, terutama pada fase krusial Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Penegasan tersebut disampaikan Dahnil saat meninjau pelaksanaan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/1/2026), usai mengikuti rangkaian kegiatan di asrama haji yang juga diisi rapat pimpinan dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Dahnil, setiap petugas wajib memahami tugas dan fungsi masing-masing secara menyeluruh, tidak hanya pada bidangnya sendiri, tetapi juga alur layanan bidang lain, seperti konsumsi dan akomodasi, agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Ia menyoroti isu konsumsi jemaah yang kerap menjadi perhatian, mulai dari kualitas makanan hingga kesesuaian gramasi dan standar layanan.
“Isu catering, makanan yang tidak layak atau tidak sesuai spesifikasi, harus menjadi perhatian serius. Begitu juga akomodasi dan pelayanan terhadap jemaah,” ujar Dahnil.
Dahnil menegaskan, tantangan terberat pelaksanaan ibadah haji berada pada fase Armuzna. Karena itu, seluruh petugas harus bekerja di bawah satu komando dan dalam satu tim yang solid.
“Di Armuzna, semuanya harus bergerak di bawah satu komando. Inilah alasan petugas haji dilatih secara semi-militer, karena beban kerja fisik berat dan membutuhkan disiplin serta koordinasi tinggi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi penyelenggaraan haji. Pemerintah, kata Dahnil, membuka informasi terkait alur layanan dari hulu ke hilir, termasuk proses dan biaya konsumsi serta standar akomodasi, agar dapat diakses media dan dipahami jemaah.
“Kita buka informasinya dari A sampai Z, supaya media bisa mengakses dan jemaah paham hak dan kewajibannya. Dengan begitu, semua pihak bisa saling mengontrol,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dahnil turut mengecek kesiapan pelatihan, fasilitas asrama, serta mendengar langsung masukan dan keluhan peserta diklat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji 2026. (Bhery Hamzah)




