Apa itu Covid Cicada? Varian baru yang kini melanda Amerika
Apa itu Covid Cicada? Subvarian Omicron BA.3.2 yang memicu lonjakan kasus di Amerika Serikat dengan pola penularan musiman unik seperti siklus serangga cicada.

Ilustrasi. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)
Memasuki kuartal kedua tahun 2026, otoritas kesehatan di Amerika Serikat mulai menaruh perhatian khusus pada peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang dijuluki Covid Cicada. Virus ini merupakan subvarian BA.3.2 dari virus Covid-19 yang seringnya disebut sebagai cicada. Disebut cicada karena pola penularan musiman dari virus ini terbilang unik, layaknya siklus serangga cicada atau tonggeret dalam bahasa Indonesia.
Varian ini merupakan bagian dari keluarga Omicron yang terus bermutasi sejak pertama kali diidentifikasi. Lalu apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana dampaknya pada penyebaran virus saat ini?
Definisi dan asal-usul Covid Cicada
COVID cicada merujuk pada subvarian SARS-CoV-2 bernama BA.3.2, bagian dari garis keturunan Omicron. Varian ini pertama kali terdeteksi dari sampel di Afrika Selatan pada 22 November 2024, kemudian tersebar ke berbagai wilayah yang lebih luas di seluruh dunia, salah satunya Amerika Serikat sejak pertengahan 2025. Varia BA.3.2 memiliki lebih dari 70 mutasi pada protein spike, menjadikannya sebagai salah satu varian yang sangat bermutasi dibandingkan versi awal.
World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menetapkan BA.3.2 sebagai Variant Under Monitoring (VUM), yang berarti masih dipantau dan diteliti tetapi belum diklasifikasikan sebagai varian yang memerlukan perhatian tingkat tinggi seperti Variant of Concern.
Penyebaran Cicada di Amerika Serikat
Laporan terkini mencatat bahwa varian cicada telah terdeteksi di setidaknya 25 negara bagian di Amerika Serikat, termasuk negara bagian seperti California, Florida, New York, Texas, dan banyak lainnya, melalui berbagai metode pendeteksian seperti sampel klinis atau penelitian pada air limbah. Penyebaran ini mulai naik secara signifikan sejak September 2025.
Varian BA.3.2 telah ditemukan di lebih dari 20 negara, dengan beberapa wilayah mencatatnya sebagai bagian dari sampel genomik virus yang beredar. Penyebaran lintas benua ini seharusnya memang menuntut lembaga kesehatan yang berotoritas untuk meningkatkan surveillance genomik untuk melacak pertumbuhan varian ini.
Karakteristik genetika dan mutasi Covid Cicada
Salah satu faktor yang membuat Covid cicada berbeda dari varian sebelumnya adalah jumlah mutasi pada protein spike yang sangat tinggi. Ada lebih dari 70 mutasi spike pada BA.3.2 dibandingkan dengan virus SARS-CoV-2 versi awal dari Wuhan. Mutasi-mutasi ini berpotensi memengaruhi kemampuan virus untuk mengikat reseptor sel manusia serta interaksinya dengan antibodi yang dihasilkan baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.
Mutasi yang banyak ini juga menjadi alasan mengapa beberapa ahli menyebut BA.3.2 sebagai varian dengan kemampuan antigenis yang berbeda, meskipun efek langsungnya terhadap keparahan penyakit masih sedang dipelajari secara saksama.
Gejala Covid Cicada dan perbandingan dengan Omicron
dari data yang dihimpun menunjukkan bahwa infeksi cicada biasanya menghasilkan gejala yang serupa dengan varian Omicron sebelumnya. Gejala umum yang dilaporkan termasuk:
- Hidung berair atau tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Demam
- Kelelahan
- Sakit kepala
Perubahan indra penciuman atau perasa
Beberapa menyoroti fenomena severe sore throat atau sakit tenggorokan yang terasa perih sebagai gejala yang sering muncul pada beberapa kasus BA.3.2, namun secara keseluruhan pola gejalanya mirip dengan infeksi COVID-19 lain yang beredar saat ini.
Perlu dicatat bahwa gejala ini sangat mirip dengan flu biasa atau infeksi pernapasan lain, sehingga tes diagnostik tetap diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut memang akibat infeksi varian ini.
Perlunya vaksinasi lanjutan
Meski Covid cicada menunjukkan sejumlah mutasi yang berpotensi memengaruhi pengenalan oleh antibodi dari vaksin atau infeksi sebelumnya, bukti saat ini menunjukkan bahwa vaksin yang tersedia tetap memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit berat dan risiko rawat inap.
Para ahli menekankan pentingnya vaksinasi lanjutan (booster) sesuai rekomendasi otoritas kesehatan untuk menjaga perlindungan terhadap varian baru termasuk BA.3.2.
Surveilans genomik dan data laboratorium terus dikumpulkan untuk mengevaluasi efektivitas vaksin dan kemungkinan penyesuaian komposisi vaksin di masa depan jika varian-varian seperti cicada menunjukkan perubahan yang terlalu signifikan dalam cara mereka berinteraksi dengan sistem imun manusia.
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat
Upaya kesehatan masyarakat tetap menekankan langkah-langkah pencegahan umum seperti:
- Vaksinasi lengkap
- Penggunaan masker
- Menjaga kebersihan tangan
- Melakukan isolasi jika memang terdiagnosis positif
Secara keseluruhan, Covid Cicada sebagai subvarian COVID-19 dengan nama BA.3.2 yang kini tersebar di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, dan sedang dalam tahap pemantauan oleh WHO karena karakteristik mutasinya yang tinggi dan penyebarannya yang meluas. Banyak pihak yang masih berupaya mengatasi dan memahami bagaimana virus ini bekerja.




