Dubes RI Ajak ASEAN dan Kenya perkuat Kerja Sama Ekonomi Biru
Duta Besar RI di Nairobi mendorong kolaborasi ASEAN dan Kenya dalam pengembangan ekonomi biru berkelanjutan melalui forum Diplomatic Day di Daystar University

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, T. B. H. Witjaksono Adji, mendorong penguatan kolaborasi antara negara-negara ASEAN dan Kenya dalam pengembangan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan. Foto : KBRI Nairobi
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, T. B. H. Witjaksono Adji, mendorong penguatan kolaborasi antara negara-negara ASEAN dan Kenya dalam pengembangan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan. Foto : KBRI Nairobi
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, T. B. H. Witjaksono Adji, mendorong penguatan kolaborasi antara negara-negara ASEAN dan Kenya dalam pengembangan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam pidato kunci pada forum Diplomatic Day yang digelar di Daystar University, Machakos County, Kenya, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari pejabat pemerintah, kalangan diplomatik, organisasi internasional, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dan media.
Witjaksono yang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN Committee in Nairobi menegaskan bahwa laut seharusnya tidak dipandang sebagai pemisah antar kawasan.
“Keamanan maritim, stabilitas, dan diplomasi merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ekonomi biru,” ujarnya.
Menurutnya, laut justru menjadi penghubung penting antara Asia dan Afrika, sekaligus jalur strategis bagi perdagangan, pertukaran budaya, serta kerja sama ekonomi lintas kawasan.
Acara tersebut dibuka oleh Deputy Vice Chancellor Daystar University Prof. Samuel Muriithi. Dalam kesempatan yang sama, Deputy Director General Policy, Research and Strategic Analysis Directorate Kementerian Luar Negeri Kenya Mustafa Ibrahim menegaskan bahwa pengembangan ekonomi biru menjadi salah satu prioritas nasional Kenya.
Ia menyebut komitmen tersebut tercermin dalam dokumen Blue Economy National Strategy 2025–2030, yang menargetkan optimalisasi potensi ekonomi kelautan sekaligus mendorong konservasi keanekaragaman hayati laut.
Indonesia sendiri memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif di kawasan Association of Southeast Asian Nations, Indonesia mendorong kerja sama regional di bidang perikanan berkelanjutan, pariwisata bahari, serta pengembangan energi laut.
Minister Counsellor KBRI Nairobi, Wisnu Lombardwinanto, menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi biru yang dikembangkan Indonesia menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan ekosistem laut.
“Indonesia menekankan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut seperti mangrove dan terumbu karang sambil memanfaatkan sumber daya maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Indonesia juga aktif mendorong penguatan ekonomi biru di tingkat regional melalui ASEAN Blue Economy Framework yang berfokus pada pengelolaan perikanan berkelanjutan dan pengembangan energi terbarukan.
Selain itu, melalui skema kerja sama Selatan–Selatan (South-South Cooperation), Indonesia berbagi pengalaman dalam pengelolaan pesisir dan penguatan kapasitas perikanan dengan berbagai negara Afrika.
Forum Diplomatic Day juga menghadirkan sejumlah pembicara ahli, antara lain Joseph Boinet, mantan Inspektur Jenderal Polisi Kenya yang mewakili UNODC, Letkol Ernest Ndirangu dari Kenya Naval Training College, serta Utusan Khusus Kenya untuk Maritim dan Blue Economy Nancy Karigithu.
Forum tersebut juga dilengkapi dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan sejumlah diplomat dan pakar maritim. Di antaranya Duta Besar Malaysia dan Filipina untuk Kenya, Utusan Khusus Kenya untuk Maritim dan Ekonomi Biru Nancy Karigithu, serta perwakilan Thailand dan Sri Lanka.
Selain itu, hadir pula Direktur Riset dan Program Mashariki Research and Policy Centre Dr. Solomon Njenga, penasihat program Angkatan Bersenjata di International Committee of the Red Cross Paul Kariuki, serta perwakilan International Maritime Organization Kiruja Micheni.
Sekretaris Ketiga KBRI Nairobi, Farhan Faruq, mengatakan para panelis berbagi pandangan mengenai kebijakan keamanan maritim, pengembangan ekonomi biru, serta peluang memperkuat kemakmuran melalui kerja sama maritim lintas kawasan.
Sekretaris Ketiga KBRI Nairobi, Farhan Faruq, mengatakan para panelis berbagi perspektif mengenai kebijakan masing-masing negara dalam mendorong kemakmuran melalui kerja sama maritim.
Sementara itu, Sekretaris Ketiga KBRI Nairobi lainnya, Mirza Zen, menilai forum tersebut menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ekonomi biru.
Ke depan, kerja sama di bidang keamanan maritim, pembangunan ekonomi berbasis kelautan, serta pertukaran pengetahuan dan kapasitas dinilai menjadi area strategis yang dapat terus diperkuat antara negara-negara ASEAN, Afrika, dan Asia.
Partisipasi aktif KBRI Nairobi dalam forum tersebut juga dinilai menjadi contoh praktik baik dalam mendorong dialog internasional mengenai pengelolaan ekonomi biru yang berkelanjutan bagi generasi masa depan.
Sukma Salsabilla




