Top
Begin typing your search above and press return to search.

Investasi bilateral jadi pilar utama kerja sama ekonomi Indonesia-Pakistan

Investasi bilateral jadi pilar utama kerja sama ekonomi Indonesia-Pakistan
X

Indonesia - Pakistan sepakat tingkatkan kerja sama di berbagai bidang. Foto : Dokumentasi KBRI Pakistan

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia), Rosan P. Roeslani, baru saja mengakhiri kunjungannya ke Pakistan (10/2/2026).

Kunjungan singkat ke Islamabad untuk memenuhi undangan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan (DPM/Menlu), Senator Mohammad Ishaq Dar.

Di Pakistan, Rosan P Roeslani melakukan serangkaian pertemuan di antaranya pertemuan tingkat menteri dan diakhiri dengan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif.

Selama rangkaian pertemuan berlangsung, Menteri Rosan P. Roeslani didampingi oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, BKPM, Nurul Ichwan, Senior Director BPI Danantara Harold Tjiptadjaja, dan Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo.

Baik Menteri Rosan P. Roeslani maupun DPM/Menlu M. Ishaq Dar menekankan pentingnya investasi bilateral sebagai pilar utama dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Pakistan. Para menteri terkait Pakistan juga memberikan penjelasan mengenai berbagai potensi investasi, sektor-sektor potensial, dan bankable projects di seluruh Pakistan.

Di antara potensi dimaksud adalah bidang-bidang infrastruktur, pertanian, informasi dan teknologi, pertambangan dan mineral, infrastruktur digital, kesehatan, konektivitas, dan energi. Menteri Rosan menanggapi bahwa Indonesia sangat yakin bahwa potensi yang belum dieksplorasi secara signifikan ada di antara kedua negara bersahabat ini.

“Dana Investasi Danantara didirikan pada Februari 2025 melalui konsolidasi perusahaan milik negara, yang menyatukan 1.044 perusahaan dengan total aset mendekati USD 1 triliun,” terangnya di depan pertemuan tingkat menteri yang dipimpin oleh DPM/Menlu Pakistan.

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Investasi Qaiser Ahmed Sheikh, Menteri Pelayanan Kesehatan Nasional Syed Mustafa Kamal, Asisten Khusus Perdana Menteri Tariq Bajwa, dan Kepala Badan Khusus untuk Fasilitasi Investasi (SIFC) Pakistan Letjen Sarfraz Ahmed.

Selanjutnya, Menteri Rosan P. Roeslani diterima oleh PM Muhammad Shehbaz Sharif di Kediaman Resmi Perdana Menteri Pakistan. Disamping DPM/Menlu M. Ishaq Dar, hadir pula deretan menteri Pakistan lainnya, seperti Menteri Perdagangan Jam Kamal Khan, Menteri Keuangan dan Pendapatan Muhammad Aurangzeb, Menteri Negara Keuangan dan Perkeretaapian Bilal Azhar Kyani, serta Asisten Khusus Perdana Menteri Tariq Fatemi dan Haroon Akhtar, serta para pejabat senior pemerintah lainnya.

“Kami berkeinginan untuk mengambil manfaat dari pengalaman Indonesia terkait model Sovereign Wealth Fund (SWF). April nanti, saya akan berkunjung ke Indonesia,” ungkap PM Shehbaz Sharif yang berencana menghadiri KTT D-8 di tanah air pada April tahun ini.

Perdana Menteri menegaskan bahwa Pakistan ingin sekali meningkatkan hubungan ekonominya dengan Indonesia. Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan persahabatan yang semakin kuat dari waktu ke waktu.

PM Shehbaz Sharif juga menyampaikan kesannya bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan Desember 2025 lalu sangat bermanfaat dan produktif dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. "Indonesia komitmen untuk memajukan hubungan bilateral lebih lanjut antar kedua negara," ujar Rosan P. Roeslani.

Sri Lestari

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire