Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menlu: Indonesia masuk BoP, konsisten dukung kemerdekaan Palestina

Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP) mendorong penyelesaian damai konflik Gaza dan Palestina

Menlu: Indonesia masuk BoP, konsisten dukung kemerdekaan Palestina
X

Foto : Dokumentasi BPMI Setpres

Menteri Luar Negeri RI Sugiono melaporkan sejumlah perkembangan diplomasi Indonesia serta isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Usai rapat, Menlu menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri telah memaparkan evaluasi kinerja sepanjang 2025 serta rencana kerja tahun 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Komisi I DPR RI terhadap pelaksanaan tugas diplomasi Indonesia.

“Kami mengapresiasi dukungan yang selalu diberikan Komisi I DPR RI terhadap pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri, dan berharap dukungan itu terus berlanjut untuk pelaksanaan tugas kami ke depan,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya.

Dalam rapat tersebut, Kemlu turut melaporkan perkembangan situasi internasional terkini, termasuk masuknya Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk mendorong penyelesaian damai konflik Gaza dan Palestina.

Sugiono menjelaskan bahwa sejak awal pembentukan BoP, Amerika Serikat dilibatkan atas permintaan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York. Menurutnya, keterlibatan AS merupakan langkah konkret agar BoP tetap berjalan sesuai tujuan utamanya.

“Board of Peace ini lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina. Posisi Indonesia adalah memastikan agar forum ini tetap berjalan pada tujuan utamanya,” kata Sugiono.

Terkait komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, Menlu menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri RI tetap mengacu pada solusi dua negara (two state solution).

“Kompas kita tetap two state solution. Intinya, Indonesia menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Untuk mencapainya memang dibutuhkan langkah-langkah taktis,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan soal kontribusi pendanaan dalam BoP, Sugiono menuturkan bahwa partisipasi Indonesia bukan dalam bentuk membership fee. Kontribusi tersebut terkait dengan upaya rekonstruksi Gaza dan Palestina, yang pendanaannya bersumber dari partisipasi negara-negara anggota yang diundang.

“Ini bukan membership fee. Negara-negara yang diundang diajak berpartisipasi dalam rekonstruksi. Sebagai imbalannya, mereka menjadi anggota tetap Board of Peace,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak ada kewajiban pembayaran dalam waktu dekat. Setiap negara yang diundang berhak menjadi anggota selama tiga tahun, dan status permanen diperoleh bila negara tersebut ikut berpartisipasi dalam pendanaan.

Selain isu internasional, Sugiono juga melaporkan perkembangan perlindungan WNI, khususnya di Kamboja. Ia menyebut terjadi peningkatan pengaduan dari WNI dalam beberapa hari terakhir, seiring langkah pemerintah Kamboja memberantas aktivitas penipuan daring (online scamming).

“Kami perintahkan KBRI di Phnom Penh untuk melakukan pendataan dan verifikasi WNI yang terdampak. Banyak di antara mereka yang keluar dari pekerjaannya setelah ada penindakan terhadap aktivitas online scam,” ungkapnya.

Menurut Sugiono, fokus Kemlu saat ini adalah memastikan pendataan dan verifikasi berjalan baik, memberikan pelayanan konsuler, serta memfasilitasi pemulangan WNI yang membutuhkan. Sementara proses penegakan hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat setempat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan dukungan DPR terhadap langkah pemerintah terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace. Ia menyebut pembahasan soal skema pembayaran masih dalam proses dan berkaitan dengan kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Ini masih ongoing progress dan masih dalam proses diskusi. Kita serahkan kepada pemerintah untuk merampungkan semua hal tersebut,” kata Dave.

Dave juga menilai inisiatif BoP sebagai terobosan baru yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dilihat Presiden RI Prabowo Subianto sebagai peluang bagi Indonesia untuk memberi sumbangsih nyata bagi perdamaian dunia.

“Kami dukung keputusan beliau dan kita yakini bahwa ini akan menjadi hal yang baik untuk semuanya,” pungkasnya


Robby Hatibie

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire