Putin sampaikan belasungkawa atas banjir besar di Sumatera

Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Hingga Minggu pagi, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyebutkan sebanyak 69 warga korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan masih belum ditemukan. /ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/rwa.
Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Hingga Minggu pagi, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyebutkan sebanyak 69 warga korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan masih belum ditemukan. /ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/rwa.
Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengungkapkan rasa duka citanya atas bencana banjir besar di wilayah utara Pulau Sumatera yang menewaskan ratusan jiwa dan mengakibatkan kerusakan besar di berbagai titik.
“Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya korban jiwa serta kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera,” kata Presiden Putin dalam pernyataan belasungkawa yang ia tujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto itu.
Dalam keterangan tertulis Kantor Kepresidenan Rusia via Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, dikonfirmasi Ahad, Putin mengungkapkan bahwa Rusia turut berduka cita bersama masyarakat yang kehilangan keluarga dan kerabat mereka dalam bencana alam yang terjadi.
Pemerintah beserta rakyat Rusia juga berharap supaya daerah-daerah yang terdampak bencana segera pulih, dan masyarakatnya dapat kembali menjalani hidup dengan normal, aman, dan sejahtera.
Sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Selasa (25/11) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa serta terputusnya akses transportasi, aliran listrik, dan saluran komunikasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Sabtu (29/11) bahwa jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor mencapai 303 orang, kemudian 279 orang dinyatakan hilang, dan 18 orang luka-luka.
Dari angka itu, 166 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumatra Utara, 90 orang di Sumatra Barat, dan 47 orang di Aceh. Sementara itu, 133 orang di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang, di Sumatra Barat ada 85 orang dinyatakan hilang, dan 51 orang dinyatakan hilang di Aceh.
Hingga Sabtu, total ada 11 helikopter milik TNI dan Basarnas yang dikerahkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi terdampak bencana. Sementara itu, enam kapal perang (KRI) juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengiriman bantuan.




