Trump buka peluang pemimpin oposisi pimpin pemerintahan Venezuela

Ilustrasi Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
Ilustrasi Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, masih berpeluang terlibat dalam pengelolaan negara tersebut dalam kapasitas tertentu.
“Saya harus berbicara dengannya,” kata Trump pada Jumat (9/1) ketika ditanya apakah Machado masih dapat berperan dalam pemerintahan Venezuela.
“Dia mungkin akan terlibat dalam beberapa aspek,” tambahnya.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa dirinya siap bertemu dengan Machado di Amerika Serikat pada pekan depan.
Berbicara dalam kesempatan berbeda, dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump mengungkapkan bahwa Machado diperkirakan akan tiba di Washington pada Selasa atau Rabu.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.
Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Adapun dalam konferensi pers setelah operasi AS di Venezuela, Trump mengatakan bahwa akan sangat sulit bagi Machado untuk menjadi pemimpin negara tersebut karena ia kurang mendapat dukungan maupun penghormatan di dalam negeri.
Seorang sumber yang dekat dengan tim Machado mengatakan kepada The Washington Post bahwa para rekan Machado — yang secara diam-diam meninggalkan Venezuela pada Desember dengan bantuan AS untuk menghadiri upacara Nobel di Norwegia — terkejut dengan pernyataan Trump tersebut.
Meski demikian, laporan itu menyebutkan bahwa Amerika Serikat bersedia memastikan terjadinya transisi politik yang lunak di Venezuela.
Fakta bahwa operasi AS hanya berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya disebut sebagai bukti dari niat tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti




