Top
Begin typing your search above and press return to search.

Apa itu puasa Ramadan? pengertian, hukum, dan dalilnya

Panduan lengkap puasa Ramadan mencakup pengertian, hukum, serta dalil Al-Qur’an dan hadis agar ibadah puasa dijalankan dengan benar dan sah.

Apa itu puasa Ramadan? pengertian, hukum, dan dalilnya
X
Menyambut bulan Ramadan (Sumber:freepik.com)

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadan. Ibadah ini tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang dapat mengurangi pahala, seperti amarah, ghibah dan perbuatan maksiat.

Dengan menjalankan puasa, umat islam dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, kesabaran serta menjaga hubungan sosial dan spiritual.

Bulan Ramadan juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti membaca Al-Quran, shalat malam (tahajud), sedekah dan dzikir. Hal ini membuat Ramadan bukan sekadar bulan fisik, tapi momentum untuk meningkatkan kualitas dan juga mempererat kebersamaan di masyarakat.

Pengertian Puasa Ramadan

Puasa Ramadan berarti menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain menahan lapar dan dahaga, puasa menekankan pengendalian diri dari perbuatan dan perkataan negatif. Dengan demikian, ibadah ini melatih kesabaran, kedisiplinan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa Ramadan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah tambahan seperti qiyamul lail, membaca Al-Quran dan sedekah.

Aktivitas ini meningkatkan kualitas ibadah dan membangun kesadaran spiritual yang lebih tinggi di tengah rutinitas sehari-hari.

Dengan pemahaman yang baik tentang pengertian puasa, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara lebih ikhlas dan khusyu, serta merasakan manfaat spiritual, sosial, dan kesehatan.

Hukum Puasa Ramadan

Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal sehat. Dalil utamanya terdapat dalam Al-Qur’an:

وَأَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa.”

Dalil kedua berasal dari Hadis Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ"

(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Niat Puasa Ramadan

Setiap ibadah puasa harus diawali dengan niat.

Niat puasa Ramadan dalam bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma syahri ramadhana fardhan lillahi ta’ala)

Artinya: “Saya niat puasa bulan Ramadan, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Mengetahui perkiraan awal Ramadan, termasuk Ramadan 2026, memiliki peran penting dalam membantu umat Islam melakukan persiapan.

Dari sisi spiritual, masyarakat dapat mulai meningkatkan ibadah sunnah, memperbaiki kualitas shalat, serta menata niat agar puasa dijalani dengan lebih khusyuk.

Sementara itu, secara praktis, informasi awal Ramadan membantu penyesuaian jadwal aktivitas harian, baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun keluarga.

Perencanaan kegiatan seperti mudik, buka puasa bersama, hingga pengaturan jam kerja juga dapat dilakukan dengan lebih matang.

Meski berbagai prediksi awal Ramadan 2026 telah beredar, masyarakat tetap dianjurkan menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat.

Penetapan resmi ini penting untuk menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah puasa dan menghindari perbedaan yang berpotensi menimbulkan kebingungan.

Selain nilai ibadah, puasa Ramadan juga membawa manfaat bagi kesehatan, seperti membantu mengatur pola makan dan menjaga metabolisme tubuh.

Dari sisi sosial, Ramadan menjadi momentum mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mendorong semangat berbagi melalui sedekah dan zakat.

Puasa Ramadan tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan kepekaan sosial. Dengan pemahaman yang tepat mengenai hukum, dalil, dan hikmah puasa, umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan lebih sadar, tertib, dan bermakna.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire