Masyarakat tetap antusias buka puasa di Istiqlal di akhir Ramadhan
Sejumlah masyarakat Muslim dari berbagai daerah terpantau masih antusias untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta di penghujung Ramadhan 1447 Hijriah ini.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sejumlah masyarakat Muslim dari berbagai daerah terpantau masih antusias untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta di penghujung Ramadhan 1447 Hijriah ini.
Berdasarkan pantauan di Masjid Istiqlal, Jumat, ribuan umat Muslim terpantau memadati selasar masjid untuk mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama, dengan makanan yang telah disiapkan oleh panitia sebelumnya.
Momen ini diikuti oleh Ali Pratama (19), pemuda asal Jakarta Selatan yang mengaku rutin mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal setiap tahunnya.
"Saya kan suka jalan-jalan naik kereta ya, jadi pas ini dekat Stasiun Juanda, sekalian buka puasa di sini," katanya.
Ia mengaku senang karena dirinya tidak perlu mengeluarkan sepeser pun uang untuk berbuka puasa.
Senada dengan Ali, Aldi (29) juga mengaku suasana berbuka puasa di Masjid Istiqlal sangat meriah, dibandingkan dengan suasana berbuka puasa di kediamannya di Serang, Banten.
"Emang setiap tahun pasti saya ke sini, karena ramai, bisa makan-makan bareng di sini. Alhamdulillah saya senang," ucap Aldi.
Diketahui sebelumnya, Masjid Istiqlal menyediakan hingga 10 ribu boks makanan gratis untuk jamaah berbuka puasa selama Ramadhan 1447 H.
Masjid Istiqlal juga memberikan perhatian khusus kepada teman-teman disabilitas dengan fasilitas lift, toilet, dan area khusus di bagian depan masjid.
Menteri Agama yang juga Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, Istiqlal siap menjadi rumah bagi seluruh umat beragama selama Ramadhan, tidak hanya bagi kaum Muslim.
"Kegiatan buka puasa di Istiqlal berlangsung rutin. Pada akhir pekan, jumlah jamaah yang berbuka puasa bisa mencapai 7.000–10.000 orang, sedangkan hari biasa sekitar 4.000–5.000 orang. Semuanya kami layani dengan nasi boks," kata Nasaruddin Umar.




