Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dari mimpi ke air mata di final AFC Futsal

Indonesia tampil heroik, unggul silih berganti, namun harus mengakui keunggulan Iran lewat adu penalti usai duel epik 120 menit.

Dari Mimpi ke Air Mata di Final AFC Futsal
X

Elshinta/ Irza Farel

Gemuruh Indonesia Arena, Jakarta, menjadi saksi sebuah malam yang tak akan pernah dilupakan pencinta futsal Tanah Air. Final AFC Futsal 2026 antara Indonesia vs Iran bukan sekadar laga perebutan trofi, melainkan kisah tentang keberanian, harapan, dan air mata yang tumpah di ujung drama adu penalti.

Babak Pertama: Tertinggal, Bangkit, Menggila

Kickoff pukul 19.03 WIB langsung menghadirkan tekanan. Iran membuka ancaman sejak menit ke-2 dan mencetak gol cepat pada menit ke-3 lewat Hosein Tayebi. Indonesia tertinggal 0-1, namun tidak runtuh.

Menit ke-7, Reza Gunawan menyamakan skor lewat penyelesaian dingin. Stadion meledak. Semenit kemudian, Israr Megantara membawa Indonesia berbalik unggul 2-1, sebelum kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-9. Skor 3-1 membuat Indonesia Arena bergemuruh dan mimpi juara terasa nyata.

Iran sempat mendapat harapan ketika gol mereka dianulir VAR dan penalti digagalkan gemilang oleh Ahmad Habiebie. Namun, Iran memperkecil skor lewat skema bola mati di menit ke-18. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Indonesia 3-2.

Babak Kedua: Ujian Mental dan Daya Tahan

Iran tampil menekan di awal babak kedua. Tendangan bebas Ahmad Abbasi menyamakan skor menjadi 3-3. Indonesia merespons cepat lewat Samuel Eko yang mencetak gol keras dari luar area, membawa Indonesia kembali unggul 4-3.

Tekanan Iran tak berhenti. Skema power play diterapkan dan membuahkan hasil di menit ke-37. Gol Mahdi Karimi membuat skor kembali imbang 4-4. Dua menit terakhir berlangsung menegangkan, namun skor tak berubah. Laga berlanjut ke extra time.

Extra Time: Drama yang Tak Ada Habisnya

Babak tambahan menjadi panggung ketahanan fisik dan mental. Habiebie kembali menjadi pahlawan dengan sejumlah penyelamatan krusial. Indonesia sempat unggul 5-4 lewat sontekan jarak dekat di menit ke-48, memicu euforia suporter.

Namun Iran menolak menyerah. Menit ke-49, Saeid Abbasi mencetak gol lewat sundulan, memaksa skor kembali imbang 5-5. Hingga extra time tuntas, tak ada gol tambahan. Final harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu Penalti: Ketika Takdir Berpihak

Adu penalti menjadi klimaks paling menyakitkan. Iran tampil tenang. Indonesia harus terpukul setelah Rizky Dewa gagal mengeksekusi penalti awal. Harapan terakhir berada di kaki Israr Megantara, namun tembakannya tak menemui sasaran.

Iran menang 5-4 lewat adu penalti dan mengangkat trofi AFC Futsal ke-14 mereka.

Tetap Sejarah untuk Indonesia

Meski gagal juara, Indonesia telah menulis sejarah. Menahan Iran hingga 120 menit, memaksa raksasa Asia itu ke adu penalti, dan menunjukkan bahwa futsal Indonesia kini sejajar dengan elite Asia.

Malam itu, trofi memang milik Iran. Namun harga diri, keberanian, dan masa depan futsal Asia Tenggara—telah dicuri Indonesia.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire