Garuda Jaya buat kejutan kalahkan juara bertahan Bhayangkara Presisi

Pemain Jakarta Garuda Jaya merayakan poin yang mereka ceta pada laga Proliga 2026 kontra Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2025). Garuda Jaya memenangkan pertandingan itu dengan skor dengan skor 3-2 (25-19, 18-25, 21-25, 25-22, 15-12). (Proliga)
Pemain Jakarta Garuda Jaya merayakan poin yang mereka ceta pada laga Proliga 2026 kontra Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2025). Garuda Jaya memenangkan pertandingan itu dengan skor dengan skor 3-2 (25-19, 18-25, 21-25, 25-22, 15-12). (Proliga)
Tim Jakarta Garuda Jaya membuat kejutan di kompetisi putra Proliga 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-2 (25-19, 18-25, 21-25, 25-22, 15-12), Sabtu malam.
"Anak-anak bermain lepas tanpa beban," ujar pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto.
Menurut Nur, salah satu strategi timnya untuk menaklukkan Bhayangkara pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, itu, adalah memberikan servis tajam kepada lawannya.
Dengan begitu, servis dari pemain Garuda Jaya sulit dikonversi menjadi serangan balik oleh Bhayangkara.
"Ternyata itu berjalan dengan baik," tutur Nur.
Pada pertandingan tersebut, Garuda Jaya tampil menekan sejak awal laga yang membuat Bhayangkara sulit mengeluarkan permainan terbaik. Hasilnya, Garuda menutup set pertama dengan skor 25-19.
Bhayangkara bangkit pada set kedua dan ketiga, di mana mereka menang 25-18 dan 25-21, dengan strategi menggempur lawan terlebih dahulu.
Nizar Zulfikar mampu menyuplai bola kepada Agil Angga dan Yudha Mardiansyah untuk dihujamkan ke wilayah pertahanan Garuda Jaya.
Pada set keempat, Bhayangkara yang sudah memimpin jauh 13-7 tidak bisa mempertahankan performa apik mereka. Bhayangkara bisa membuat skor sama kuat 17-17 lalu 22-22.
Akan tetapi, pelan-pelan mereka terkejar oleh Garuda Jaya yang membuat pertandingan berlanjut ke set terakhir atau kelima lantaran set ketiga berakhir 25-22 untuk kemenangan Garuda.
Set penentuan, kedua tim saling serang. Skor sempat seri 7-7 sebelum akhirnya Garuda Jaya menutup set kelima dengan kemenangan 15-12, yang membuat mereka menakukkan Bhayangkara 3-2.
Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengakui tim asuhannya bermain di bawah performa saat bersua Garuda Jaya. Hal tersebut, Toiran melanjutkan, salah satunya terjadi karena beberapa pemain tidak dalam kondisi fit.
"Beberapa pemain kurang sehat," kata Toiran.




