Indonesia makin dekati target 82 medali emas di ASEAN Para Games 2025

Riadi Saputra atlet asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara menyumbang emas di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di nomor lempar cakram (Mens Discus Throw) Sabtu, (24/1/2025). ANTARA/HO (ANTARA/HO-)
Riadi Saputra atlet asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara menyumbang emas di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di nomor lempar cakram (Mens Discus Throw) Sabtu, (24/1/2025). ANTARA/HO (ANTARA/HO-)
Kontingen Indonesia semakin mendekati target untuk memperoleh minimal 82 medali emas dalam ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, setelah hingga Sabtu pukul 07.00 WIB, mengoleksi 69 medali emas, 75 perak, dan 69 perunggu, atau hanya terpaut 13 emas.
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk APG 2025 Thailand, Reda Manthovani, optimistis target minimal runner-up dapat tercapai seiring masih banyaknya nomor potensial emas yang dipertandingkan.
"Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin target minimal runner-up bisa terpenuhi, apalagi cabang olahraga unggulan Indonesia masih banyak yang belum dimainkan, seperti para bulu tangkis dan catur," kata dia.
Dengan sisa pertandingan hingga Minggu (25/1), peluang menambah pundi-pundi medali emas masih terbuka lebar.
Dia menjelaskan, lonjakan perolehan emas kontingen Merah Putih tidak lepas dari kontribusi sejumlah cabang olahraga. Pada hari ketiga perebutan medali, Jumat (23/1), Indonesia berhasil menambah 28 emas.
Cabang para atletik bahkan melampaui target dengan torehan sementara 27 emas dari target awal 25 emas dan masih berpeluang bertambah.
Cabang para renang, lanjut dia, juga tampil impresif dengan mengoleksi 15 emas atau hampir dua kali lipat dari target semula delapan emas.
Selain itu, cabang boccia dan para judo telah memenuhi target masing-masing dengan sumbangan dua emas dari boccia dan empat emas dari para judo.
Dengan total 69 emas, Indonesia kokoh di peringkat kedua klasemen sementara, di bawah tuan rumah Thailand.
Indonesia unggul cukup jauh atas Malaysia, Filipina, dan Vietnam, sekaligus menjaga peluang mengakhiri pesta olahraga difabel Asia Tenggara itu sesuai target yang ditetapkan.




