Kota Bekasi target tiga besar Porprov Jabar 2026

Ketua Harian KONI Kota Bekasi Agus Irianto (jas hitam) bersama Ketua POBSI Kota Bekasi Zaiman Makmur Affan (kemeja hitam) saat menghadiri pembukaan tempat usaha Outbreak Signature di kawasan komersial Summarecon Bekasi pada Jumat (10/4/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Ketua Harian KONI Kota Bekasi Agus Irianto (jas hitam) bersama Ketua POBSI Kota Bekasi Zaiman Makmur Affan (kemeja hitam) saat menghadiri pembukaan tempat usaha Outbreak Signature di kawasan komersial Summarecon Bekasi pada Jumat (10/4/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Kontingen Kota Bekasi menargetkan menembus posisi tiga besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 pada 7 hingga 20 November mendatang.
"Target masuk tiga besar tapi mudah-mudahan dengan keuntungan sebagai tuan rumah, bisa meraih peringkat kedua. Pada Porprov tahun 2022 lalu, kita berada di peringkat empat dengan meraih 77 emas," kata Ketua Harian KONI Kota Bekasi Agus Irianto di Bekasi, Sabtu.
Dia menyatakan dari hasil pemetaan internal, Kontingen Kota Bekasi diproyeksikan akan mampu mendulang 120 keping emas dari total 1.100 medali emas yang diperebutkan sehingga target masuk tiga besar dapat direalisasikan.
Sejumlah cabang olahraga unggulan pun telah dipetakan di antaranya sepatu roda, tinju maupun cabang olahraga bela diri lainnya. Biliar turut menjadi salah satu andalan dengan target peningkatan prestasi dari perolehan lima emas pada tahun 2022 menjadi tujuh hingga 10 emas.
Dari sisi atlet, pihaknya terus mematangkan persiapan baik fisik maupun mental agar seluruh atlet mampu menunjukkan performa terbaik saat bertanding. Tahapan ini turut menjadi bagian penting sebelum mereka berlaga untuk mewujudkan target tersebut.
"Kami telah menjalankan sejumlah tahapan persiapan atlet dengan melaksanakan desk atlet tahap pertama yang akan dilanjutkan dengan desk atlet tahap kedua, ada tes atlet. Nah itu tahapan-tahapan yang akan kita lalui untuk menuju Bulan November nanti," katanya.
Sebagai tuan rumah, atlet dari cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kota Bekasi tidak perlu mengikuti babak kualifikasi. Sementara untuk cabang lain, seluruh babak kualifikasi telah tuntas pada Desember tahun lalu.
Selain fokus persiapan atlet, kesiapan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan multi ajang olahraga empat tahunan terbesar di Jawa Barat itu juga terus dimatangkan baik dari aspek teknis maupun nonteknis.
"Dari total 64 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah bagi 46 cabor. Hal ini menuntut kesiapan ekstra, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Karena target kami selain sukses prestasi adalah sukses penyelenggaraan," katanya.
Selanjutnya aspek pendanaan, pemerintah daerah telah melunturkan anggaran guna mendukung pelaksanaan Porprov XV Jabar 2026. Sedikitnya Rp149 miliar diusulkan, terbagi untuk penyelenggaraan melalui PB Porprov maupun kebutuhan atlet lewat kontingen.
"Kalau bantuan dari pemerintah provinsi biasanya diberikan dalam bentuk dukungan operasional seperti transportasi serta akomodasi bagi wasit dan juri," ucapnya.
Pembangunan infrastruktur olahraga juga terus dilakukan. Beberapa fasilitas yang telah selesai dibangun antara lain lapangan bola voli, badminton, arena sepatu roda hingga gedung olahraga lima lantai. Saat ini, pembangunan lapangan bola basket dan voli pantai masih berlangsung.
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Bekasi Zaiman Makmur Affan menyatakan optimisme tinggi untuk mampu meningkatkan prestasi pada ajang Porprov Jawa Barat 2026 dibandingkan penyelenggaraan serupa empat tahun sebelumnya.
"Target kami sebanyak-banyaknya. Kalau sebelumnya lima emas, mudah-mudahan sekarang bisa lebih. Bahkan kami optimistis bisa menjadi juara umum di cabang biliar," ujarnya.
Cabang olahraga biliar sendiri akan mempertandingkan 22 nomor dengan hampir 50 persen di antaranya diproyeksikan menjadi nomor unggulan tuan rumah dengan dukungan kekuatan atlet yang mayoritas merupakan atlet nasional, baik di nomor pool, snooker, english billiard maupun carom.
POBSI Kota Bekasi juga mengandalkan sistem pembinaan berbasis klub. Saat ini terdapat 50 klub biliar di daerah itu yang dijadikan tempat pembinaan atlet. Klub-klub tersebut berperan penting mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di level provinsi.




