Lomba menembak Pangkormar Cup 2026 digelar di Surabaya, Uji akurasi sniper hingga 900 meter

Elshinta/ADP
Elshinta/ADP
Pasukan Marinir (Pasmar) 2 TNI AL menggelar Lomba Menembak Pangkormar Cup 2026 di Lapangan Tembak FX Soepramono, Karangpilang, Surabaya. Kejuaraan ini menjadi perhatian karena mempertandingkan jarak ekstrem hingga 900 meter atau setara hampir 1.000 yard, yang jarang digelar di Indonesia.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, menyebut kegiatan ini diikuti 460 peserta, termasuk para sniper perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Peserta ada 460 diantaranya ada sniper perwakilan provinsi. Kegiatan ini dari sisi pembinaan atlet untuk memacu para peserta terus mengasah kemampuan,” ujar Oni Junianto, Sabtu, (24/1/2026).
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet menembak agar siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Nomor lomba jarak 900 meter disebut sebagai kelas paling bergengsi karena tingkat kesulitannya yang tinggi.
“Biasanya event menembak di Indonesia maksimal jarak 600 meter. Ini kami tingkatkan sampai 900 meter atau hampir 1.000 yard. Ini tantangan baru karena punya kesulitan tingkat tinggi, lokasi dengan fasilitas seperti ini juga sangat terbatas dan lomba dengan jarak 900 meter jarang dilakukan di Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta harus menghadapi berbagai tantangan alam seperti perubahan arah angin, kabut, hingga hujan yang memengaruhi akurasi tembakan. Selain itu, posisi menembak yang tidak stabil juga menuntut kemampuan pengendalian emosi, konsentrasi, serta pengaturan pernapasan yang optimal.
Selain nomor 900 meter, Pangkormar Cup 2026 juga mempertandingkan lomba menembak jarak 300 meter, serta lomba pistol eksekutif yang diikuti para pejabat undangan.
Pasmar 2 berharap kejuaraan ini dapat menjadi wadah pembinaan atlet menembak sekaligus sarana penyaluran hobi masyarakat, TNI, dan Polri secara profesional, guna mencetak prestasi di ajang yang lebih besar.
Sementara itu, atlet menembak asal Jawa Timur, Agnesca Noelani Rouw Banua, berhasil menjadi juara pada lomba jarak 900 meter. Mahasiswa Universitas Airlangga tersebut mengaku medali ini menjadi yang pertama baginya untuk kategori jarak ekstrem di Indonesia.
“Biasanya lomba hanya di jarak 400 sampai 600 meter. Di sini angin sangat menentukan,” ujar Agnesca. (Arie Dwi Prasetyo)




